10 Mitos Menyesatkan Tentang Gula yang Perlu Diketahui

Loading...

6. Makanan bebas gula adalah yang paling sehat

Pemanis buatan atau bentuk lain pemanis, seperti gula merah, tidak lebih baik daripada gula meja biasa. Kita memang harus mengurangi semua gula dari makanan kita, tapi itu tak semudah yang dibayangkan. Secara teknis, jika Anda mampu menghilangkan semua gula dari makanan Anda -yang berarti makan hanya makanan yang tak diberi gula tambahan selama pembuatan atau sesudahnya- maka itu mungkin adalah pilihan sehat. Tetapi jika makanan “bebas gula” berarti mengonsumsi makanan berlabel “bebas gula”, maka itu tak ada artinya.

Makanan berlabel “bebas gula” biasanya tidak benar-benar bebas gula karena gula sudah diganti dengan pemanis buatan. Pemanis itu bisa berupa madu atau nektar agave; gula alkohol seperti sorbitol, mannitol, dan xylitol; atau pemanis non kalori seperti sakarin dan sukralosa. Sayangnya, banyak pemanis alternatif ini masih tinggi karbohidrat dan/atau kalorinya. Gula alkohol terkenal karena menyebabkan sakit perut dan diare jika dimakan dalam jumlah besar. Para ahli mengatakan strategi yang paling bijak adalah makan makanan yang tidak diolah, menambahkan gula sesedikit mungkin.

Gula 2

5. Jangan banyak makan buah ‘bergula’

Tidak ada yang menyangkal hal ini -buah mengandung gula, bahkan banyak, misalnya buah pir. Apakah buah bergula benar-benar sangat buruk bagi Anda? Tidak Benar, ada banyak gula dalam buah, tapi itu adalah gula alami atau fruktosa, yang jauh lebih sehat dari gula tambahan. Fruktosa bukanlah satu-satunya hal yang Anda akan temukan dalam buah pir. Buah ini juga mengandung serat, antioksidan, vitamin, dan nutrisi lain yang baik untuk tubuh Anda, membantu melawan penyakit, menstabilkan gula darah, dan banyak lagi.

Loading...

Buah pir juga dianggap sebagai makanan yang ‘low-density’, yang berarti akan membuat Anda merasa kenyang dan puas. Ini hal yang positif, karena jika Anda kenyang, Anda tidak akan makan terlalu banyak buah dan Anda juga tidak akan tergoda untuk mulai nyamil makanan yang kurang sehat. Jadi, jangan khawatir lagi dengan buah bergula.

4. Gula menyebabkan kerusakan gigi

Orang tua kita selalu berkata: jangan makan banyak permen karena bisa merusak gigi. Mereka tidak terlalu salah. Jika gigi bersentuhan dengan makanan dan minuman manis, kerusakan bisa terjadi. Tapi itu hanya akan terjadi jika zat-zat manis tinggal di gigi dalam jangka waktu lama. Selanjutnya, gigi juga bisa rusak jika segala macam makanan lain berkontak dengan gula untuk waktu yang lama -misalnya, buah, roti, atau oatmeal. Bahkan sayuran sehat dapat mendatangkan malapetaka pada gigi. Berikut alasannya:

Zat yang disebut plak adalah penyebab gigi berlubang. Plak mulai terbentuk pada gigi saat Anda makan atau minum sesuatu. Jika Anda tidak menyingkirkannya, plak akan mengikis enamel pada gigi, membuat lubang-lubang kecil yang merupakan awal gigi berlubang. Cara terbaik untuk mencegah kerusakan gigi adalah dengan menyikat gigi setelah makan. Bahkan membilas mulut dengan air juga dapat membantu. Jika Anda makan makanan yang dapat dengan mudah terjebak dalam gigi Anda, seperti kismis, sereal kering, popcorn, atau raspberry, menyikat gigi, flossing, dan membilas gigi secara menyeluruh akan sangat penting.

Next

Loading...

Komentar Anda