Sejarah Penemuan Patung Tentara Terracotta

Pasukan TerracottaPada tahun 221 SM, Shi Huangdi, pendiri dinasti Qin, menjadi kaisar pertama dari seluruh Cina. Kekuasaannya sangat luas. Para arkeolog menemukan fakta betapa luasnya kekuasaan itu pada era 1970-an. Pada tahun 1974, seorang petani yang menggali sumur di provinsi Shanxi menemukan beberapa potongan terra cotta (sejenis tanah liat). Para arkeolog meneliti fragmen itu dan memeriksa area penemuannya. Mereka segera menyadari bahwa potongan-potongan itu berasal dari situs pemakaman besar Shi Huangdi. Arkeolog menemukan keberadaan situs itu di tepi Sungai Wei di Xian.

Kejutan besar terjadi ketika para arkeolog meneliti daerah di sekitar makam. Sekitar 1.500 meter dari situs pemakaman, mereka menemukan tiga lubang besar. Di dalamnya terdapat ribuan patung Terracotta seukuran tentara. Seluruh tentara itu dibentuk untuk melindungi makam kaisar dan kaisar di akhirat. Pada lubang terbesar terdapat lebih dari 6.000 patung tentara, termasuk pemanah, prajurit infanteri, dan kereta tempur. Pada lubang terbesar kedua juga terdapat tentara Terracotta dan kuda serta sekitar 100 kereta tempur dari kayu. Lubang terkecil diperkirakan merupakan markas tentara. Lubang ini berisi kereta kuda dikawal yang oleh sekelompok kecil prajurit infanteri.

Tidak ada yang tahu berapa banyak jumlah Terracotta yang terkubur. Pada tahun 1999, beberapa arkeolog menemukan sebuah lubang berisi Terracotta penambul (tukang komidi) dan seniman. Beberapa tahun kemudian, mereka menemukan Terracotta berbentuk burung dan musisi. Sejauh ini, lebih dari 8.000 patung Terracotta telah ditemukan.

Pembuatan Patung Tentara Terracotta

Tidak ada prajurit Terracotta yang sama. Meski tingginya bervariasi antara 1,7 sampai 2 meter, setiap prajurit memiliki model wajah yang berbeda. Untuk menghasilkan sejumlah besar patung yang berbeda, pengrajin harus membuat kepala, lengan, torso, dan kaki secara terpisah. Mereka kemudian menyambung potongan-potongan tersebut. Peralatan prajurit dibuat di akhir. Para prajurit Terracotta dipersenjatai dengan pedang, tombak, dan panah asli. Sayangnya, senjata-senjata tersebut dicuri setelah patung diciptakan. Pada suatu waktu, patung tersebut dicat dengan warna cerah, tetapi hari ini hanya bekas-bekas cat tersebut yang tetap ada pada beberapa patung.

Komentar Anda