Kekaisaran Mali yang Besar dan Kuat

Kekaisaran MaliMasyarakat yang hidup di bawah kekuasaan Soso pada awal tahun 1200-an masehi salah satunya adalah Malinke. Kerajaan mereka berada di wilayah yang sekarang menjadi Guinea dan diperintah oleh klan, atau kelompok keluarga turun-temurun, yang disebut Keita. Di bawah penguasa Sundiata Keita, Malinke berhasil menggulingkan Soso pada sekitar tahun 1240 masehi dan mendirikan Kekaisaran Mali. Selama beberapa dekade berikutnya, para penguasa Mali membawa kerajaan sekitarnya bergabung dengan mereka di bawah pemerintahan pusat yang kuat.

Kekaisaran Mali sangat luas, membentang dari daerah pesisir di Samudra Atlantik barat sekitar 2.400 kilometer. Seperti Ghana, kekayaan Mali yang paling utama adalah tambang emas dan kontrol pemerintah atas jalur perdagangan yang melintasi Gurun Sahara. Mansa Musa, yang memerintah dari tahun 1312 sampai tahun 1337 masehi, menjadikan Mali sebagai kekuatan politik dan budaya utama di wilayah Afrika Barat. Pemerintahan pusat dan tentara kekaisaran yang kuat membuat rakyatnya hidup aman dan tenteram, dan para pedagang bisa menjalankan bisnis mereka tanpa rasa takut.

Kekaisaran Mali adalah bagian dari beberapa kebudayaan Afrika lain, seperti Bambara, Soninke, dan Mandinka, kadang-kadang disebut Mandingo. Sebagian besar kebudayaan itu adalah bagian dari kelompok kebudayaan yang lebih besar yang disebut Mande. Suku bangsa Mande menggunakan bahasa yang saling berhubungan dan memiliki cara-cara hidup tradisional yang sama.

Sebagian besar masyarakat Mande dibagi menjadi beberapa kasta. Petani tergolong dalam kelas sosial atas untuk rakyat jelata. Pengrajin, seperti pandai besi dan pengrajin kulit, statusnya berada di bawah petani, dan budak memiliki status terendah dari semuanya. Raja-raja dari Kekaisaran Mali beragama Muslim, yang mencampur kebiasaan agama dan adat-istiadat sosial Mande dengan Islam.

2 thoughts on “Kekaisaran Mali yang Besar dan Kuat

  • 03/31/2014 at 11:37 am
    Permalink

    itu kerajaan islam pa hindhu…?kok ada kasta-kastanya 🙂

    Reply
    • 03/31/2014 at 12:20 pm
      Permalink

      Islam, tapi sistem sosialnya masih tradisional Afrika. 😀

      Reply

Komentar Anda