Uang Asli Inggris Ini Terbuat dari Plastik

uang plastik inggris

Uang plastik kini bukan hanya mainan lagi. Uang aslipun sekarang dibuat dari plastik. Uang kertas baru ini terbuat dari polimer, bahan pembuatan plastik. Uang plastik ini bernilai sama seperti uang kertas pendahulunya. Adrienne Hill, seorang reporter radio keuangan Marketplace, pernah mengujicoba daya tahan uang plastik ini. Ia mencoba menghanguskan uang ini di bawah terik matahari dan membekukannya bersama es krim. Hill mengatakan, semua uang plastiknya tak ada yang rusak.

Anda mungkin akan terkejut mengetahui berapa banyak negara yang sudah menggunakan uang berbahan polimer. Australia menggantikan uang kertas mereka dengan uang plastik yang tahan lama pada tahun 1988. Kanada juga meluncurkan uang plastik pecahan 5 dan 10 dolar November lalu. Lebih dari 20 negara lain di seluruh dunia telah menggunakan uang plastik.

Baru-baru ini, Inggris mengumumkan akan ikut mencetak uang plastik pada tahun 2016. The Bank of England akan mulai mencetak uang plastik pertama pecahan 5 pound dan merilis pecahan 10 pound pada tahun berikutnya. Setelah mengumumkan ketertarikannya untuk mengganti uang kertas negara dengan plastik pada bulan September 2013, Bank of England melakukan beberapa penelitian.

Bank of England memamerkan uang baru ini pada orang-orang di mal dan universitas. Mereka ingin memberikan kesempatan pada masyarakat untuk melihat dan merasakan uang plastik ini. Penelitian menunjukkan bahwa 87 persen dari mereka yang diwawancarai mendukung rencana perubahan ini. Ada dua alasan utama perubahan mata uang di Inggris, sebagaimana di negara-negara lain yang sudah beralih menggunakan uang plastik. Pertama, uang plastik jauh lebih sulit untuk dipalsukan. Kedua, uang plastik sangat ekonomis, karena uang plastik jauh lebih tahan lama dibandingkan uang kertas. Uang plastik dua setengah kali lipat lebih kuat dibanding uang kertas sehingga uang plastik bisa beredar lebih lama dan jarang dicetak ulang.

Meski demikian, ada beberapa keluhan tentang uang plastik. Paolo Di Rienzo, pemilik sebuah restoran di Kanada, mengatakan bahwa beberapa uang plastik menempel satu sama lain, sedangkan uang plastik lainnya terlalu licin sehingga sering jatuh dari kantong pelanggannya. Di Rienzo juga mengeluhkan bahwa uang polimer ini tidak bisa dilipat dengan benar.

Komentar Anda