Wawancara dengan Jun Ji-hyun Soal Film Assassination

Di sebagian besar penampilannya, Jun Ji-hyun selalu mempesona lewat rambut panjangnya. Kali ini, ia ucapkan selamat tinggal sejenak pada rambut panjangnya. Demi film Assassination, ia rela memotong rambutnya lebih pendek. Dan Jun juga belajar cara menembak. Rambut pendek memberi penampilan ringkas padanya yang diperlukan untuk memainkan peran aktivis yang berjuang untuk merebut kemerdekaan Korea dari penjajahan Jepang (1919-1945).

Jun Ji Hyun

Dalam film yang dibuka pada 22 Juli ini, Jun memainkan karakter pembunuh bernama An Ok-yun yang hidup di tahun 1930-an. “Saya ingin lebih mengekspresikan karakter dengan baik ketimbang tampil cantik,” katanya dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan JoongAng Ilbo.

Jun bercerita tentang bagaimana ia mengejar reputasi sebagai aktris sejati ketimbang aktris berwajah cantik yang ditampilkan dalam film. Berikut adalah kutipan wawancara dengan Jun Ji-hyun.

T. Dikatakan Anda tidak ragu-ragu untuk ambil bagian. Apa yang membuat Anda begitu yakin akan hal itu?

J. Film ini bukan sesuatu yang hanya berfokus pada penyampaian pesan tertentu. Saya rasa film ini akan menjadi campuran yang baik dari laga dan drama untuk menggambarkan para pejuang kemerdekaan Korea yang memiliki keyakinan inti. Saya akan mengatakan tidak jika saya ditawari peran tersebut ketika saya masih muda.

T. Mengapa begitu?

J. Jika saya masih muda, saya tidak berpikir saya akan mampu mengekspresikan gravitasi karakter. Tapi setelah saya memutuskan untuk mengambil peran ini, saya menjadikannya cocok. Dan saya senang menjadi pemeran utama dalam film yang berfokus pada seorang aktris, karena tidak banyak film yang menempatkan karakter wanita sebagai pemeran utama.

T. Bagaimana Anda menganalisis karakter itu?

J. Menurut saya, apa yang penting untuk dipahami tentang karakter adalah periode waktu yang menjadi latar belakang film. Apa yang terjadi pada saat itu benar-benar memiliki pengaruh terhadap tindakan dan cara berpikir karakter. An Ok-yun menjadi seorang penembak untuk merebut kembali negaranya, ia harus menjadi pendendam.

T. Apa yang Anda lakukan untuk membuat karakter Anda terlihat lebih alami?

J. Butuh waktu sangat lama bagi saya untuk akhirnya menguasai karakter ini. Saya berlatih dan berlatih. Senjata api yang dibawa An Ok-yun dalam film beratnya sekitar 5 kilogram. Saya membawa pistol dan mendaki gunung pada hari pertama syuting. Karena itu adalah hari pertama saya, saya sangat gembira dan jarang mengeluh kalau itu berat. Lalu saya jatuh sakit pada hari berikutnya. Mungkin saya harus mengakui bahwa itu berat!

T. Bagaimana rasanya menembak dengan senjata api?

J. Yang kami digunakan dalam film adalah pistol tua, jadi saya harus memuat satu peluru, menembakkan, mengisi lagi, dan menembak lagi. Penting bagi saya untuk tidak terlihat canggung ketika saya mengisi pistol. Saya sudah terbiasa dengan hal itu karena saya berlatih. Saya rasa saya bisa bersuara sekarang ketika pria mulai berbicara tentang pengalaman menembak mereka di Angkatan Darat.

T. Anda melakukan banyak adegan laga dalam film terbaru Anda. Bagaimana rasanya?

J. Melakukan adegan laga adalah bagian dari akting. Jika akting emosional bergantung pada ekspresi wajah dan hal-hal yang Anda katakan, adegan laga bergantung pada bahasa tubuh Anda. Saya merasa suka cita ketika saya melakukan adegan laga. Hampir setiap hari saya bekerja, jadi saya memiliki tubuh yang sangat sensitif. Tubuh saya selalu berada di bawah semacam ketegangan, jadi saya pikir saya bisa menunjukkan banyak pesona ketika saya melakukan akting fisik.

T. Film ini adalah film ke-12 Anda, bagaimana rasanya?

J. Rasanya memalukan bahwa saya sudah bermain dalam 12 film. Dan ada beberapa yang tidak benar-benar menjadi populer. Terus terang, lebih baik memiliki beberapa film yang berhasil dalam filmografi Anda, tapi saya tidak berpikir saya memiliki banyak (film) yang bisa saya banggakan. Sebelumnya, saya memilih karakter yang kurang jelas atau amorf, tapi ketika saya bertambah tua, saya pikir saya memilih karakter yang dapat membantu saya menonjol sebagai seorang aktor.

T. Apa hal yang Anda pertimbangkan ketika Anda memilih film?

J. Ketika saya masih muda, saya perlu terlihat cantik, dan itu yang penting. Tapi sekarang berbeda. Sudah lama sejak saya debut dan kadang-kadang saya merasa konyol jika saya mencoba untuk terlihat cantik di usia ini. Para penonton telah melihat banyak sisi saya, dan mungkin mereka pikir mereka bosan dengan saya. Saya tidak bisa menyalahkan mereka karena kadang-kadang saya merasa bosan melihat diri saya sendiri. Tentu saja saya harus tetap fit karena saya seorang aktris, tapi sata tidak bisa selalu melakukan peran yang membuat saya terlihat cantik. Saya pikir sekarang adalah waktunya bagi saya untuk membangun karakter sebagai aktris serius. Saya lebih tertarik dengan peran yang memiliki karakter berlapis-lapis daripada yang fokus pada apa yang ditampilkan di luar.

T. Apakah ini berarti bahwa Anda memiliki agenda baru?

J. Bisa dibilang begitu. Sulit untuk berakting. Tidak mudah untuk hidup dengan perangkat teknologi tinggi di rumah sambil mencoba untuk menjadi seorang pembunuh yang hidup di tahun 1930-an di lokasi syuting. Jadi, kemampuan untuk fokus sangat penting saat syuting. Akting adalah hampir satu-satunya hal yang dapat saya lakukan dengan konsentrasi penuh, dan itu membuat saya senang. Tapi saya punya aturan. Saya mencoba untuk tidak menjadi karakter itu ketika saya tidak di depan kamera. Saya ingin menjadi Jun Ji-hyun saat saat tidak syuting. Akan terlalu menyedihkan jika karakter fiksi meresap ke dalam kehidupan nyata saya.

Komentar Anda