Profil dan Sejarah Negara Tajikistan

Tajikistan adalah salah satu bekas dari lima negara republik Asia Tengah Soviet, yang mendeklarasikan kemerdekaan mereka setelah perpecahan Uni Soviet pada tahun 1991. Namun, Tajikistan tampak berbeda di antara negara-negara yang pernah membentuk Asia Tengah Soviet, yang juga mencakup Kazakhstan, Kyrgyzstan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. Meski masa lalu politik mereka secara umum sama, bahasa dan budaya orang-orang Tajik lebih terkait dengan orang Iran daripada orang Turkic di wilayah tersebut.

Gambar Negara Tajikistan

Tajik membentuk sekitar 62 persen dari populasi Tajikistan. Kaum minoritas terbesar adalah Uzbek (dari negara tetangga Uzbekistan), sekitar 24 persen, dan Rusia, sekitar 8 persen dari populasi. Tajik dan Uzbek adalah Muslim; sedang Rusia adalah Kristen Ortodoks Timur. Sejumlah orang Tajik juga tinggal di Afghanistan, di selatan. Dushanbe adalah ibu kota dan kota terbesar Tajikistan, dengan populasi sekitar 600.000 penduduk.

Orang Tajik adalah salah satu suku bangsa paling kuno di Asia Tengah. Berasal dari Indo-Eropa, mereka berbicara menggunakan bahasa yang terkait erat dengan bahasa Persia. Keluarga besar masih ada di antara mereka, tapi struktur lama marga dan suku telah hilang. Tradisi keagamaan mereka kuat. Karena warisan mereka yang kaya dengan unsur Iran, banyak orang Tajik, terutama di kota-kota, melihat diri mereka lebih unggul secara budaya ketimbang tetangga mereka yang berbicara bahasa Turki.

Tajikistan sebagian besar tanahnya berupa pegunungan dengan keindahan pemandangan yang spektakuler. Wilayah ini membentang dari pegunungan Pamir tinggi, di mana titik tertinggi di negara itu, Puncak Ismail Samani, mencapai ketinggian 7.495 meter, dengan Lembah Fergana yang subur. Sungai utama adalah Amu Darya. Iklimnya bervariasi sesuai dengan elevasi, yakni panas dan kering di dataran rendah dan salju abadi di pegunungan tinggi.

Ekonomi Tajikistan secara tradisional berbasiskan pertanian, peternakan, dan budidaya sutra. Kapas merupakan tanaman utama. Beras dan buah-buahan juga ditanam di sana. Ada deposit mineral penting, seperti emas, batubara, dan minyak. Industri berkembang selama periode Soviet, terutama meliputi pengolahan hasil pertanian, pertambangan, dan manufaktur tekstil. Negara ini memiliki pembangkit listrik tenaga air skala besar.

Sejarah Tajikistan bisa ditelusuri kembali ke tahun 100-an SM. Seperti bagian lain dari Asia Tengah, wilayah itu sering diserang bangsa lain. Penakluk Arab membawa Islam ke wilayah tersebut pada 600-an Sm. Penjajah Mongol menghancurkan Tajikistan di tahun 1200. Sejarah Tajik awal saling berkaitan erat dengan Uzbek, karena keduanya merupakan subyek dari penguasa yang sama dan menduduki kota-kota yang sama.

Tajikistan jatuh di bawah dominasi Rusia pada tahun 1873, ketika Emir Bukhara, salah satu daerah awal di sana, dipaksa untuk menerima protektorat Rusia. Dengan penggulingan Kekaisaran Rusia pada tahun 1917, kekuasaan kekaisaran digantikan oleh Soviet. Tajikistan dibuat menjadi sebuah republik otonom di dalam Uzbekistan pada tahun 1924 dan menjadi republik konstituen atau serikat Uni Soviet yang terpisah pada tahun 1929.

Tajikistan bergabung dengan republik Soviet lainnya dalam memproklamirkan kemerdekaannya pada tahun 1991. Pada tahun 1992, perang saudara pecah antara bekas Komunis, fundamentalis Muslim, dan nasionalis Tajik. Bekas Komunis, yang didukung oleh Rusia, berkuasa pada tahun 1993. Sebuah konstitusi 1994 menciptakan sistem pemerintahan presidensial dan mendirikan legislatif dua rumah, Majelis Agung.

Komentar Anda