Mitos Asal Usul Kopi di Ethiopia

Sejarah KopiSejarah kopi tidak bisa dilepaskan dari Ethiopia. Legenda kopi paling populer di Ethiopia berkisah tentang Kaldi, seorang penggembala kambing Abyssinia dari Kaffa. Suatu ketika ia sedang menggembala kambing-kambingnya melalui daerah dataran tinggi di dekat sebuah biara. Ia melihat bahwa kambing-kambingnya berperilaku sangat aneh hari itu, seperti melompat-lompat penuh bersemangat, mengembik dengan keras, dan “menari-nari” dengan kaki belakang mereka. Ia menemukan bahwa biang keladi semua itu berasal dari sebuah semak kecil (atau, dalam beberapa legenda, sekelompok kecil semak) dengan buah merah cerah. Dengan penasaran Kaldipun mencoba buah itu.

Seperti kambing-kambingnya, Kaldi merasakan efek energi dari buah kopi tersebut. Setelah mengisi sakunya dengan buah-buah merah itu, ia bergegas pulang untuk menjumpai istrinya. Istrinya lalu menyarankan Kaldi untuk pergi ke biara terdekat dan membagi buah “kiriman surga” itu dengan para biarawan di sana.

Setelah tiba di biara, biji kopi Kaldi tidak disambut dengan gembira, tetapi sebaliknya, dengan prasangka buruk. Seorang biarawan menyebut biji yang dibawa Kaldi sebagai “buah karya iblis” dan melemparkannya ke dalam api. Namun, menurut legenda, aroma biji kopi yang terbakar sangat harum, sehingga para biarawan mulai terpikat. Mereka mengambil biji kopi tersebut dari bara api dan merendamnya dengan air panas dalam sebuah guci untuk menjaganya.

Semua biarawan di biara itu mencium aroma kopi dan mulai mencobanya. Sama seperti teh yang diminum para biksu Buddha dari China dan Jepang, para biarawan Ethiopia ini menemukan bahwa kopi memiliki efek menyegarkan yang membuat mereka tetap terjaga selama beribadah. Para biarawan bersumpah bahwa mulai saat itu mereka akan minum minuman yang baru ditemukan ini setiap hari untuk membantu mereka menjalankan ibadah. Namun, cerita ini tidak muncul secara tertulis sampai tahun 1671 SM dan umumnya dianggap apokrif atau diragukan kebenarannya.

Komentar Anda