Fakta-fakta Tentang Bosnia-Herzegovina

Bosnia-Herzegovina adalah sebuah negara di Eropa bagian tenggara. Negara ini sering hanya disebut Bosnia. Sarajevo adalah ibu kota dan kota terbesarnya. Penduduk Bosnia Herzegovina sebagian besar terdiri atas bangsa Slavia. Kelompok terbesar adalah bangsa Bosnia (terkadang disebut Muslim Bosnia), Serbia, dan Kroasia. Konflik antara kelompok-kelompok ini telah membentuk sejarah daerah itu.

Bosnia-Herzegovina

Pada tahun 1918, Bosnia-Herzegovina menjadi bagian dari Kerajaan Serbia, Kroasia, dan Slovenia, kemudian berganti nama Yugoslavia. Pada tahun 1946, Yugoslavia menjadi negara federal yang terdiri atas enam republik, salah satunya adalah Bosnia-Herzegovina. Dari tahun 1945 sampai 1990, Komunis menguasai Yugoslavia. Pada tahun 1990, Bosnia mengadakan pemilihan bebas pertama, dan non-Komunis memenangkan kekuasaan legislatif.

Pada bulan Maret 1992, Bosnia mendeklarasikan kemerdekaannya dari Yugoslavia. Sebagian besar penduduk Serbia Bosnia menentang kemerdekaan itu, dan perangpun pecah. Pada bulan Desember 1995, perwakilan dari pihak lawan yang terlibat konflik menandatangani rencana perdamaian.

Berdasarkan ketentuan dari rencana perdamaian 1995, Bosnia-Herzegovina dibagi menjadi dua bagian. Rencana itu memiberikan 51 persen kekuasaan atas negara pada federasi Bosnia-Kroasia dan 49 persen pada Serbia Bosnia. Setiap bagian memiliki presiden dan legislatif sendiri. Pemerintah pusat terdiri atas tiga anggota kepresidenan, satu dewan menteri, dan legislatif dengan dua kamar. Pimpinan presiden berputar setiap delapan bulan di antara tiga anggota, yang merupakan orang Bosnia, Kroasia, dan Serbia. Tapi dalam prakteknya, kedua pemerintah daerah memegang kekuasaan yang sesungguhnya.

Bosnia adalah kelompok etnis terbesar di Bosnia-Herzegovina. Serbia membentuk kelompok terbesar kedua, dan Kroasia yang terbesar ketiga. Bosnia juga memiliki sejumlah kecil etnis Albania, Romawi (terkadang disebut Gipsi), dan Ukraina.

Sebagian besar orang Bosnia berbicara dalam bahasa Bosnia, Kroasia, atau Serbia. Dalam penulisan, bahasa Serbia tradisional menggunakan bentuk alfabet Cyrillic, sistem yang digunakan dalam penulisan bahasa Rusia dan Slavia lainnya. Tapi bahasa Bosnia, Kroasia, dan lain-lain menggunakan alfabet Romawi.

Sekitar setengah dari orang-orang Bosnia tinggal di desa-desa kecil, sisanya tinggal di kota. Masakan Bosnia mencerminkan pengaruh Turki dan Muslim. Hidangan populernya antara lain musaka (daging dan terong panggang) dan Kapama (daging kambing dengan bayam dan daun bawang). Kota Mostar menghasilkan anggur putih yang sangat baik. Anak-anak di Bosnia-Herzegovina harus bersekolah delapan tahun di sekolah dasar. Ada universitas di Banja Luka, Mostar, Sarajevo, Tuzla, dan kota-kota lainnya.

Bosnia secara tradisional memeluk agama Islam. Warisan agama kebanyakan orang Serbia adalah Serbia Ortodoks, dan sebagian besar orang Kroasia memeluk Katolik Romawi. Untuk orang Kroasia yang beragama Katolik, perayaan tradisional dan ziarah Katolik sangat penting. Sebagai contoh, ribuan orang setiap tahun berziarah ke desa Medjugorje, dekat Mostar di Bosnia selatan. Di Medjugorje pada tahun 1981, enam anak Kroasia melaporkan bahwa Perawan Maria menampakkan dirinya kepada mereka.

Bosnia-Herzegovina terdiri atas dua wilayah. Bosnia, bagian utara, adalah wilayah pegunungan yang ditutupi dengan hutan lebat. Herzegovina, bagian selatan, sebagian besar terdiri atas bukit-bukit berbatu dan lahan pertanian yang datar. Sungai-sungai utama di negara itu antara lain Bosna, Drina, Neretva, dan Vrbas.

Musim dingin di Bosnia-Herzegovina sangat dingin dan bersalju. Hujan lebat jatuh di awal musim panas. Musim panas hangat di lembah pegunungan tapi dingin di daerah yang lebih tinggi. Bagian utara jauh dari Bosnia memiliki musim dingin dan musim panas yang kering dan panas. Rata-rata suhu bulan Januari di Sarajevo adalah -1 °C, sedangkan rata-rata suhu Juli adalah 20 °C.

Perang pada tahun 1990 menghancurkan perekonomian Bosnia. Ekonomi telah membaik sejak perang berakhir, tetapi belum mencapai tingkat sebelum perang. Bosnia memiliki tingkat pengangguran yang tinggi, dan banyak dari rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Bantuan asing dan pengiriman uang (uang yang dikirim rumah) dari orang Bosnia yang bekerja di luar negeri merupakan sumber yang membantu pendapatan nasional.

Komentar Anda