Kisah Tujuh Member BTS Saat Ditemukan Bakatnya oleh Big Hit

Loading...

3. J-Hope

J-Hope

Sebelum debutnya dengan BTS, Jung Hoseok alias J-Hope adalah seorang dancer. Dia selalu suka dance dan dia bahkan bergabung dengan grup dance yang disebut “Neuron” di kampung halamannya di Gwangju, Korea. Karena kecintaannya pada dance, J-Hope mengikuti audisi JYP Entertainment. Meskipun dia lolos di babak-babak awal, dia akhirnya tereliminasi.

J-Hope lantas memutuskan untuk mengikuti audisi Big Hit Entertainment. Dengan skill dance, pemahaman rhythm yang kuat, serta potensi rap, J-Hope diterima di perusahaan hiburan itu. Dia pindah ke Seoul dan menjadi trainee full-time.

Saat menjadi trainee, J-Hope sangat aktif. Dia sering terlihat tampil sebagai dancer latar untuk penampilan “Glamor” GLAM, promosi “I’m Da One” Jo Kwon 2AM, dan bahkan ditampilkan sebagai rapper di lagu Jo Kwon berjudul “Animal.”

Meskipun bertahun-tahun berlatih, J-Hope hampir dicampakkan dari lineup BTS sampai RM meyakinkan Big Hit (serta J-Hope sendiri) bahwa BTS membutuhkan J-Hope. Dia kembali ke grup dan kini meroket seperti sekarang.

4. Jin

Loading...

Jin

Anggota keempat yang bergabung dengan BTS adalah Kim Seokjin alias Jin. Dia memiliki pengalaman kasting yang berbeda dari anggota lainnya. Berasal dari Anyang, Korea, Jin awalnya dikasting di jalanan oleh SM Entertainment. Dia tidak memfollowup perusahaan itu karena dia mengira itu adalah penipuan.

Jin dikasting lagi ketika menjadi mahasiswa. Seorang perwakilan dari Big Hit Entertainment melihat Jin saat dia keluar dari bus dan meyakinkannya untuk mengikuti audisi Big Hit. Jin tidak memiliki pengalaman bernyanyi atau dance sebelumnya. Karena dia adalah mahasiswa jurusan akting, Jin mengikuti audisi untuk menjadi seorang aktor.

Big Hit Entertainment punya rencana lain untuk Jin dan dia akhirnya menjadi trainee untuk BTS. Banyak yang menyebut Jin bisa menjadi penyanyi seperti sekarnag melalui kerja keras dan latihan. Selama hari-hari traineenya, Jin tampil di video klip “I’m Da One” Jo Kwon sebagai kepala pelayan/pengawal. Karena ketampanannya, dia dimanfaatkan sebagai aktor, bukan seorang dancer.

Next

Loading...

Komentar Anda