10 Binatang yang Memiliki Indera Pengecap Paling Baik

Loading...

6. Cumi-cumi

Cumi

Cumi-cumi memiliki reseptor rasa di seluruh tubuh mereka dan lebih sensitif terhadap rasa ketimbang manusia. Hal ini membuat cumi-cumi sensitif terhadap gangguan dan stimulan kimia di dalam air. Reseptor rasa ini terletak pada pengisap dan daerah sekitar mulut, dan membantu cumi mengidentifikasi makanan yang bisa dimakan. Reseptor ini juga bisa memandu cumi ke posisi yang tepat dari mangsanya. Indra pengecap bekerja sangat erat dengan indera penciuman dan sentuhan, yang memberikan mereka keuntungan ekstra. Seiring dengan kulit mereka yang sangat sensitif, cumi mampu mendeteksi perbedaan terkecil sekalipun dalam lingkungan mereka.

7. Lebah

Lebah

Reseptor rasa ada pada antena, rahang, dan lengan depan lebah, yang membantu mereka mendeteksi manisnya bunga. Lebah madu mampu membedakan rasa manis, asam, pahit, dan asin; Namun, penelitian tetap dilakukan untuk mengetahui bagaimana lebah melakukannya. Indera penciuman dan sistem komunikasi lebah sangat canggih. Menurut Hugh M. Robertson, seorang profesor entomologi, lebah memiliki hubungan yang menguntungkan dengan tanaman. Oleh karena itu, mereka tidak perlu menjaga diri dari racun. Akibatnya, reseptor rasa lebah lebih sedikit dibandingkan dengan reseptor bau. Lebah menggunakan indera penciuman ketika mereka sedang mencari makanan.

8. Kupu-kupu

Kupu

Loading...

Kupu-kupu memiliki kemoreseptor pada kaki atau tarsi mereka. Reseptor rasa ini mentransfer informasi mengenai sumber makanan pada otak mereka untuk mengonfirmasi apakah makanan tersebut baik atau buruk. Jika ya, probosis mereka akan menyebar keluar dan mengeluarkan enzim untuk melarutkan makanan. Nutrisi berbentuk cair itu kemudian diserap melalui probosis. Reseptor yang berbeda membantu membedakan antara berbagai jenis makanan. Kemoreseptor ini juga memainkan peran penting dalam menemukan tanaman inang untuk bertelur. Betina akan menekan tanaman untuk melepaskan cairan khusus yang ia rasa dengan struktur berduri khusus pada kakinya. Jika betina menemukan tanaman yang cocok untuk bakal anaknya dan mengidentifikasi bahan kimia yang diperlukan dalam daun tanaman, ia kemudian akan meletakkan telur pada tanaman tersebut.

9. Lalat

Lalat

Lalat memiliki reseptor rasa pada kaki mereka. Setelah duduk pada makanan, lalat akan menilai rasa makanan tersebut dengan sel reseptor. Reseptor rasa ini akan menentukan apakah makanan tersebut bisa dimakan atau beracun. Rasa manis adalah yang paling diinginkan lalat. Jika bisa dimakan, lalat akan membentangkan probosisnya. Di ujung probosis ada lempeng labellar yang juga memiliki reseptor pengecap untuk menilai sifat makanan. Jika lalat menemukan rasa yang lezat, mereka akan membuka lempeng labellar untuk mengisap makanan melalui probosisnya. Makanan yang dihisap selanjutnya akan dinilai dalam faring. Penelitian telah menunjukkan bahwa lalat menyukai rasa manis dan mereka menghindari rasa pahit.

10. Ular

Ular

Indera penciuman dan pengecap saling berhubungan pada reptil. Reptil memiliki organ sensitif kimia yang disebut organ Jacobson, yang diperkirakan memiliki kemampuan khusus untuk mengubah rasa menjadi bau untuk menciptakan kewaspadaan terhadap lingkungan. Di satu sisi, ular mengecap udara dengan lidah bercabang mereka. Partikel udara terkumpul di lidah dan diproses oleh organ Jacobson untuk menemukan calon pasangan selama musim kawin. Organ ini membantu mereka mengumpulkan informasi tentang mangsanya. Ular juga mampu mendeteksi keberadaan predator hanya dengan menjentikkan lidahnya.

Loading...

Komentar Anda