Salahkah Hubungan yang Dimulai dari Rasa Kagum?

Kagum

Hubungan yang diawali oleh rasa kagum biasanya berakhir penuh kecewa. Kenapa?

1. Karena tanpa sadar kau jadi terlalu merendah padanya, bikin dia besar kepala dan merajalela. Kau baru mengerti akan hal ini setelah masa muda dan cita-cita hidupmu kau buang demi cintamu padanya. Sesal kemudian tak berguna.

2. Karena kau silau pada pesona dia. Persepsimu jadi bias dan terdistorsi. Hal yang kau kagumi itu mungkin hanya 5 atau 10% dari kerumitan pribadinya. 90 atau 95% lainnya adalah limbah dari riwayat gelapnya atau dampak bad parenting warisan nenek moyangnya. Sampeyan tak pernah mau membuka pikiran pada kemungkinan itu.

3. Karena kau salah persepsi atau keliru menilai dirinya. Artinya, you kurang wawasan, kurang bacaan, kurang tontonan, kurang piknik. Mungkin juga you tidak pernah tahu manusia macam apa yang sebenarnya kau cari di dunia ini.

Kekaguman atau pesona memang awal yang bagus untuk memupuk rasa cinta, tapi jangan berhenti di situ saja. Cari tahu dan amati: apakah pesona itu hasil rekayasa atau asli alami. Pelajari juga kekurangan dan kejelekan dia dengan teliti.

Cinta yang dewasa adalah kombinasi dari rasa kagum dan pemahaman mendalam tentang kekurangan dia, plus keyakinan diri bahwa Anda bisa menerima dan mengatasinya. (Arif Subiyanto)

Komentar Anda