5 Cara Membedakan Aplikasi Android yang Asli dan Palsu

Jangan berpikir naif bahwa semua aplikasi yang dipajang di Apple App Store dan Google Play Store adalah aplikasi asli. Karena pada Oktober 2016, New York Post mengeluarkan berita bahwa mereka menemukan ratusan aplikasi palsu dipasarkan di Apple App Store dan Google Play Store. Aplikasi-aplikasi palsu tersebut berbahaya dan pasti merugikan siapa pun yang menggunakannya.

Aplikasi Android

Jika kita mendownload lalu menginstal aplikasi palsu pada komputer/ponsel milik kita, maka kerugian kita bukan hanya karena telah membayar sejumlah uang untuk membeli barang palsu, tapi komputer/ponsel kita mungkin juga akan terjangkit virus atau malware.

Seringkali aplikasi palsu juga akan menampilkan banner iklan secara otomatis pada komputer atau smartphone, dan ini sangat mengganggu. Tapi hal yang lebih berbahaya adalah penerbit aplikasi palsu bisa mencuri informasi kartu kredit saat kita membayar pembelian aplikasi palsu dan mencuri informasi pribadi dari komputer/ponsel milik kita.

Karena itu, sebelum mendownload aplikasi apapun dari Apple App Store atau Goole Play Store, sebaiknya ketahui dulu cara membedakan aplikasi Android yang asli dengan aplikasi yang palsu. Berikut lima cara membedakannya:

1. Cara tahu penerbitnya

Memang tidak mudah mengenal scammer melalui namanya saja, tapi kalau kita jeli dan mau mencari tahu (misal dengan googling), maka nama scammer bisa diketahui. Misal Overstock.com adalah penerbit aplikasi asli, sementara Overstock Inc adalah penerbit aplikasi palsu.

2. Lihat tanggal terbit aplikasi

Aplikasi palsu biasanya hanya mencantumkan tanggal terbit terakhir. Sementara aplikasi asli biasanya mencantumkan tanggal update. Karena aplikasi asli biasanya akan diupdate secara berkala.

Kalau ingin mencoba aplikasi baru, lebih cari tahu dulu latar belakang penerbitnya. Apakah penerbitnya bisa dipercaya atau tidak?

3. Lihat review aplikasi

Review aplikasi bisa dilihat di Google Play Store dan Apple App Store. Aplikasi yang asli dan bagus pasti punya banyak review positif. Sementara aplikasi palsu biasanya tidak punya review sama sekali.

4. Lihat typo di judul dan deskripsi

Penerbit aplikasi palsu biasanya akan memberi nama aplikasi mereka semirip mungkin dengan aplikasi yang mereka jiplak. Tapi nama untuk aplikasi tersebut tetap tidak bisa sama dengan nama aplikasi aslinya. Karena itu, penerbit biasanya akan memberi nama yang hanya berbeda satu atau dua huruf dengan nama aplikasi asli. Kita mungkin akan menganggap perbedaan hurup ini sebagai typo (salah tulis), tapi sebenarnya bukan. Itu bisa jadi adalah aplikasi jiplakan.

Hati-hati juga pada aplikasi yang diterbitkan menggunakan bahasa non-Inggris. Walaupun penerbit aplikasi bukan orang Inggris, tapi biasanya mereka akan menerbitkan aplikasi resmi mereka menggunakan bahasa Inggris. Jadi kalau ada aplikasi yang diterbitkan dalam bahasa non-Inggris, perlu diwaspadai.

Tapi hati-hati pula saat membedakan antara aplikasi yang memang diterbitkan dalam bahasa non-Inggris dengan aplikasi yang sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa non-Inggris.

5. Hati-hati promo diskon

Penerbit aplikasi palsu akan berusaha menjual produk mereka dengan cara apapun, termasuk dengan iming-iming diskon. Jangan mudah tergoda oleh diskon atau harga miring. Aplikasi palsu hanya akan merugikan walaupun didapat secara gratis.

Cara terakhir adalah mengunjungi website resmi dari toko atau penerbit aplikasi.

Kalau ragu dan dirasa perlu untuk melihat langsung informasi penerbit dari aplikasi yang ingin dibeli, maka datangilah website resmi mereka. Caranya mudah, cukup klik tombol “Get our app” pada App Store. Begitu diklik, biasanya kita akan langsung dialihkan ke website resmi milik toko atau penerbit aplikasi yang asli.

Komentar Anda