Mengenal Seni Kaligrafi di Eropa dan Kebudayaan Lainnya

Kaligrafi adalah seni tulisan tangan yang indah. Seniman yang membuat kaligrafi disebut kaligrafer. Mereka biasanya menggunakan pena atau sikat khusus untuk membuat karya seni ini. Keindahan yang ditampilkan kaligrafi membuatnya menjadi salah satu bentuk seni yang paling disukai masyarakat.

Gambar Kaligrafi

Budaya menulis pertama kali berkembang lebih dari 5.000 tahun yang lalu. Namun pada sekitar 500-an SM, beberapa orang mulai menggunakan tulisan sebagai dekorasi atau hiasan. Bangsa Yunani adalah yang pertama menggunakan satu jenis tulisan untuk dokumentasi sehari-hari dan untuk urusan yang lebih penting. Bangsa Eropa berikutnya mendasarkan kaligrafi mereka pada gaya Yunani dan Romawi.

Sampai sekitar tahun 1400-an, hanya sedikit orang yang tahu cara menulis. Biarawan digunakan kaligrafi ketika mereka menyalin dan menghiasi buku-buku agama. Pelajar dan penyalin profesional juga tahu bagaimana cara menulis. Beberapa orang menggunakan kaligrafi, sementara yang lain digunakan bentuk tulisan yang lebih sederhana.

Pada tahun 1400-an, semakin banyak orang yang belajar cara menulis. Dalam rangka menjadikan tulisan sebagai keterampilan praktis dan mudah, huruf-huruf mulai disederhanakan. Pada saat yang sama, mesin cetak ditemukan. Mesin cetak menggunakan huruf sederhana yang dapat dengan mudah dikombinasikan untuk mencetak halaman. Kaligrafi mulai memudar popularitasnya pada tahun 1800-an. Kemudian kaligrafi menjadi hobi yang populer.

Di China, orang menganggap kaligrafi sebagai bentuk seni yang tinggi, seperti tertuang dalam puisi atau lukisan. Kaligrafer China menggunakan kuas dengan tinta di atas sutra atau kertas. Mereka tidak mengubah tampilan karakter (simbol dari bahasa China) dengan menambahkan dekorasi.

Kaligrafi bahasa Ibrani adalah salah satu bentuk tertua dari tulisan. Kaligrafi Ibrani telah mempertahankan gaya dasarnya selama ratusan tahun. Salinan Taurat (tulisan-tulisan suci orang Yahudi) ditulis tangan dalam kaligrafi bahasa Ibrani.

Kaligrafi Arab telah menjadi bentuk seni yang penting di dunia Islam sejak tahun 600-an. Huruf-huruf Arab bisa dengan mudah dihubungkan untuk membentuk tampilan artistik. Masjid sering menampilkan contoh-contoh kaligrafi Arab yang indah. Di Indonesia, kaligrafi Arab adalah bentuk kaligrafi yang paling banyak digemari dan dipelajari.

One thought on “Mengenal Seni Kaligrafi di Eropa dan Kebudayaan Lainnya

  • 10/24/2015 at 10:33 am
    Permalink

    Negara kita juga hebat dalam kaligrafi cuman mungkin diabaikan dan tidak di perhatikan oleh negara. Ya begitulah hidup dinegara tercinta ini.

    Reply

Komentar Anda