Mengenal Kodok, ‘Sepupu’ Katak

Kodok adalah binatang kecil sering salah disebut sebagai katak. Kodok memiliki kulit kasar yang kering dan kaki pendek, sedangkan katak memiliki kulit licin yang lembab dan kaki panjang. Kodok dapat ditemukan di semua tempat kecuali tempat-tempat terdingin dari dunia. Sebagai amfibi, mereka dapat hidup di darat ataupun air. Namun, kodok umumnya menghabiskan lebih banyak waktu mereka di darat daripada di dalam air.

Kodok

Kodok memiliki tubuh gemuk dan gempal serta tidak memiliki ekor. Panjangnya berkisar dari sekitar 1 sampai 10 inci (2,5 25 cm). Kulit mereka biasanya berwarna kecoklatan, seringkali dengan bintik-bintik hitam. Satu kelompok kodok, yang disebut variegated toad, memiliki kaki belakang yang besar dan kulit berwarna kuning, merah, atau hijau cerah dengan bintik-bintik hitam.

Kodok biasanya dilapisi dengan benjolan yang terlihat seperti kutil. Ketika seekor kodok merasa terancam, ia akan melepaskan racun dari benjolan itu. Racun dapat menyerang mata dan mulut musuh. Racun beberapa jenis kodok cukup kuat untuk membunuh musuh-musuh mereka.

Kodok aktif terutama di malam hari. Mereka menghabiskan hari di bawah tanah atau bersembunyi di bawah daun atau batu. Di musim dingin, kebanyakan kodok akan memasuki keadaan tidak aktif yang disebut hibernasi. Beberapa kodok juga tidak aktif selama cuaca panas dan kering.

Kodok bergerak dengan melompat pendek atau dengan berjalan. Mereka menangkap mangsa dengan lidah mereka yang panjang dan lengket. Kodok umumnya memakan serangga dan cacing. Namun beberapa kodok besar bisa memangsa katak dan tikus kecil.

Kodok bertelur di bawah air. Setelah beberapa hari, telur akan menetas menjadi makhluk kecil seperti ikan yang disebut berudu. Berudu memiliki ekor dan insang. Insang adalah struktur yang membantu mereka bernapas di bawah air. Berudu akhirnya akan melepaskan ekor mereka dan mengembangkan paru-paru dan kaki. Mereka kemudian akan meninggalkan perairan untuk hidup di darat.

Komentar Anda