Fakta dan Sejarah Aleppo, Kota Terbesar di Suriah

Sebagai kota utama Suriah utara, Aleppo adalah pasar utama di Timur Tengah pada abad ke-16 dan 17. Sekarang Aleppo menjadi kota terbesar di Suriah. Aleppo terletak sekitar 100 kilometer baik dari Laut Mediterania (di barat) maupun dari Sungai Efrat (di timur). Perbatasan Suriah dengan Turki terletak sekitar 48 kilometer di utara. Nama Aleppo dalam bahasa Arab adalah Halab, sedangkan dalam bahasa Turki adalah Halep.

Gambar AleppoKota ini terletak di dataran tinggi pada ketinggian sekitar 400 meter. Daerah ini adalah salah satu yang paling subur di Suriah, dengan ladang gandum dan kebun buah-buahan terhampar di selatan dataran kota. Sungai Quwayq mengalir melalui Aleppo, meskipun terkadang menjadi kering di kota.

Aleppo telah lama menjadi daya tarik karena gaya arsitekturnya yang bervariasi, yang meliputi gaya Islam abad pertengahan dan Eropa modern. Struktur bersejarah kota ditetapkan sebagai situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1986. Beberapa bazaar (pasar) tertutup paling mencolok di Timur Tengah, yang berasal dari periode Kekaisaran Ottoman, ditemukan di Aleppo. Monumen paling luar biasa adalah benteng abad ke-13, benteng yang berdiri di atas sebuah bukit di pusat kota.

Bagian tua kota meluas ke luar dari dasar bukit. Juga terkenal di bagian tua adalah Masjid Besar atau Masjid Zakariyyah, yang dibangun pada tahun 715 dan dibangun kembali pada tahun 1258. Banyak masjid, rumah pedagang, dan bangunan lainnya di Aleppo tua dibangun dari batu kapur pada abad ke-16 dan 17. Di luar kota tua, bangunan apartemen bertingkat tinggi modern dan jalan-jalan lebar dibangun ketika penduduk kota tumbuh pesat pada abad ke-20. Kepadatan penduduk masih menjadi masalah utama di Aleppo.

Kota ini merupakan tempat berdirinya Universitas Aleppo, sebuah lembaga musik, dan sebuah museum arkeologi. Industri utama adalah tenun sutra dan pencetakan katun. Sabun dan pewarna dibuat di kota. Sebagai pusat pasar untuk daerah pertanian di sekitarnya, Aleppo juga mengolah kulit binatang, wol, buah-buahan kering, dan kacang-kacangan. Kota ini terutama dikenal karena menghasilkan kacang pistachio yang dijual di seluruh dunia.

Aleppo adalah sebuah kota kuno. Usianya yang tepat tidak diketahui, tetapi diperkirakan termasuk di antara kota-kota tertua di dunia yang masih berdiri. Reruntuhan sebuah kuil penting yang digali di Aleppo berasal dari milenium ke-3 SM. Kota ini kemudian berada di bawah kendali serangkaian kerajaan, termasuk bangsa Het dan Asyur.

Aleppo memainkan peran historis signifikan karena posisinya di rute perdagangan penting terkemuka dari Eropa ke Asia. Pada awal abad ke-6 sampai 4 SM, kota ini adalah titik kunci pada rute kafilah kuno yang menghubungkan tanah Mediterania ke Timur. Pada waktu itu, Aleppo berada di bawah kekuasaan Persia. Aleppo menjadi bagian dari provinsi Romawi, Suriah, pada abad ke-1 SM. Pada tahun 637 M, Aleppo ditaklukkan oleh orang-orang Arab; dan pada tahun 1516, Aleppo menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman. Selanjutnya pada abad ke-16 dan 17, Aleppo menjadi kota terbesar ketiga di Kekaisaran Ottoman, setelah Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki) dan Kairo, Mesir.

Aleppo terus berkembang pada paruh pertama abad ke-18. Kota ini kemudian berkembang di bawah kekuasaan Prancis di bagian pertama abad ke-20. Perkembangan Aleppo sebagai pusat industri, politik, dan pendidikan terus terjadi selama Perang Dunia II dan setelah kemerdekaan Suriah dari Prancis pada tahun 1946. Perubahan politik yang dimulai pada pertengahan abad ke-20 menyebabkan kekerasan sesekali pecah di kota. Setelah perang saudara dimulai di Suriah pada tahun 2012, Aleppo menjadi pusat oposisi bersenjata terhadap rezim pemerintah; kota ini kini menjadi situs peperangan.

Komentar Anda