Belfast, Desa Nelayan yang Jadi Ibukota Irlandia Utara

Belfast adalah ibukota dan kota terbesar di Irlandia Utara. Irlandia Utara adalah bagian dari Britania Raya bersama dengan Inggris, Skotlandia, dan Wales. Belfast terletak di pulau Irlandia, tepatnya di wilayah di mana Sungai Lagan mengalir ke bagian dari Laut Irlandia.

BelfastPerekonomian Belfast didasarkan terutama pada industri jasa, seperti perawatan kesehatan, pelayanan sosial, dan pariwisata. Kota ini adalah pusat perdagangan, perbankan, dan pendidikan Irlandia Utara. Belfast juga merupakan pelabuhan utama di Irlandia Utara.

Orang-orang telah menempati daerah Belfast selama ribuan tahun. Belfast awalnya adalah sebuah desa nelayan kecil. Di tahun 1600-an pemukim Skotlandia dan Inggris membentuk koloni di daerah itu. Mereka membangun industri besar pembuatan kain linen.

Setelah pabrik mulai menggunakan mesin untuk memutar dan menenun sejumlah besar kain, Belfast menjadi kota pembuat kain paling penting di Irlandia. Kota ini juga berkembang menjadi pusat pembuatan kapal besar. Kapal yang paling terkenal dibangun ada Titanic yang mengalami nasib naas.

Belfast dan daerah-daerah lain di Irlandia menjadi bagian dari Kerajaan Inggris pada tahun 1801. Pada tahun 1920, bagian selatan pulau menjadi negara terpisah, Irlandia. Belfast dijadikan ibukota Irlandia Utara, yang tetap berada dalam Britania Raya.

Pada dekade 1900-an, Belfast dikoyak oleh konflik kekerasan antara dua kelompok utama -Protestan dan Katolik Roma. Mereka berperang untuk menentukan apakah Irlandia Utara harus tetap bersama Inggris atau bergabung dengan Irlandia. Britania Raya didominasi oleh Protestan, sementara Irlandia sebagian besar Katolik. Sedangkan sebagian besar orang Belfast adalah Protestan.

Pada akhir 1960-an, kelompok Katolik Belfast memprotes perlakuan tidak adil oleh kelompok Protestan. Kekerasan mematikan pun pecah. Konflik ini berlangsung sampai perjanjian damai ditandatangani pada tahun 1998. Setelah itu kota Belfast menjadi lebih stabil, meskipun bentrokan pecah lagi di awal abad ke-21.

Komentar Anda