10 Binatang yang Memiliki Indera Pengecap Paling Baik

Dunia binatang memiliki berbagai keunikan. Ada binatang yang mempunyai kemampuan penglihatan tingkat tinggi, ada yang memiliki kemampuan penciuman brilian, ada juga binatang yang dilengkapi dengan indera pengecap atau indera perasa yang menakjubkan. Masing-masing kemampuan itu sangat penting untuk keberlangsungan hidup binatang yang bersangkutan.

Hewan Pengecap

Indera pengecap sangat berguna bagi binatang untuk menentukan apakah suatu makanan beracun atau tidak, yang memungkinkan binatang bisa menyerap makanan-makanan bergizi saja. Ketika binatang merasakan makanan manis, maka itu adalah indikasi bahwa makanan tersebut merupakan sumber energi. Rasa pahit yang dirasakan binatang pada makanan bisa jadi merupakan tanda adanya racun. Lalu binatang apa saja yang memiliki indera pengecap paling menakjubkan? Berikut ulasan kami.

LINE

1. Lele

Lele

Indera pengecap yang paling menakjubkan dimiliki oleh ikan lele, karena mereka memiliki sekitar 100.000 reseptor pengecap di seluruh tubuhnya, termasuk di sirip, punggung, dan ekor. Konsentrasi kuncup pengecap lebih banyak terdapat pada kumis panjang atau sungut lele. Di sebagian besar waktunya, lele berdiam di perairan berlumpur yang keruh dan lebih memilih daerah bawah atau gelap di dalam air. Penglihatan di perairan ini sangat rendah, sehingga indera pengecap yang tajam akan membantu lele untuk mendeteksi jumlah makanan terkecil dan menemukan posisi yang tepat dari makanan. Para ilmuwan telah menemukan bahwa ikan lele yang indera pengecapnya buruk tidak bisa makan secara normal. Oleh karena itu, kemampuan satu ini sangat penting bagi keberadaan dan kelangsungan hidup lele.

2. Sapi

Sapi

Sapi memiliki 25,000 sampai 35,000 kuncup pengecap, yang memberi mereka kemampuan pengecapan yang sangat baik, sekitar dua sampai tiga kali lebih baik dibandingkan dengan manusia. Sebagai binatang herbivora, kemampuan sapi ini dianggap bisa membantu mereka membedakan antara tanaman beracun dan tidak beracun karena mereka memiliki begitu banyak reseptor rasa. Kuncup pengecap ini membantu mereka mengidentifikasi tanaman beracun dan tidak beracun, dan dengan demikian, membantu memutuskan apa yang bermanfaat bagi mereka. Kuncup pengecap juga membantu membuang zat beracun. Sapi akan menelan zat-zat yang baik, memamah biak, lalu mencerna makanan yang dikonsumsi.

3. Kelinci

Kelinci

Lain sapi lain pula kelinci. Meski tak sebaik kemampuan sapi, kelinci memiliki sekitar 17.000 kuncup pengecap yang terletak di mulut dan faring. Seperti manusia, mereka juga mampu membedakan antara rasa manis, pahit, asam, dan asin. Di alam liar, kelinci juga bisa membedakan antara tanaman beracun dan tidak beracun. Namun, kelinci peliharaan mungkin akan kehilangan kemampuan ini dan dapat menjadi pemilih soal makanan.

4. Babi

Babi

Babi memiliki hampir 15.000 reseptor rasa di lidah mereka. Mereka adalah omnivora, dan sains menemukan bahwa babi diprogram untuk memakan hampir apa saja yang muncul di depan mereka. Babi tampaknya lebih menyukai makanan-makanan dengan rasa gurih ketimbang manis. Bahkan indera pengecap babi merupakan kombinasi dengan indera penciuman mereka. Banyaknya reseptor rasa ini tentu memberikan mereka keuntungan untuk mengidentifikasi zat bergizi, dan menghindari potensi racun atau zat beracun.

5. Gurita

Gurita

Gurita memiliki sekitar 10.000 reseptor rasa pada setiap pengisapnya. Mereka memiliki hampir 200 pengisap pada setiap delapan lengan. Jadi, bayangkan sensitivitas yang dimiliki gurita dengan semua pengisap dan reseptor rasa mereka. Kemoreseptor yang dikombinasikan dengan indera sentuhan gurita yang sangat canggih akan membantu mereka mendeteksi perbedaan kecil dalam konsentrasi dan pengenceran air laut sekalipun. Gurita dapat mengingat rasa makanan yang mereka makan, dan karenanya, mereka sangat selektif terhadap apa yang mereka makan. Meskipun gurita memiliki indera pengecap, sentuhan, dan penglihatan yang menakjubkan, mereka tidak dapat mendengar.

Next

Komentar Anda