Fakta-fakta Tentang Singa Afrika yang Perlu Anda Tahu

Jumlah singa Afrika semakin menurun karena perburuan liar. Habitat ‘Raja Hutan’ ini juga semakin berkurang karena aktivitas manusia. Di alam liar, singa bisa hidup antara 12 sampai 15 tahun, sedangkan di penangkaran kucing besar ini bisa hidup antara 20 sampai 25 tahun. Kali ini kami akan membahas berbagai hal tentang singa Afrika, mulai dari karakteristik, habitat, dan fakta-fakta menarik lainnya.

Singa AfrikaKarakteristik

Singa Afrika adalah hewan yang sangat kuat, namun juga indah untuk dilihat. Pejantan biasanya memiliki lapisan bulu coklat kekuningan dan surai tebal berwarna coklat gelap yang mengelilingi lehernya.

Singa adalah spesies kucing terbesar kedua setelah harimau. Singa jantan tingginya sekitar 1,2 meter, sedangkan panjangnya antara 1,8 sampai 2,4 meter. Betinanya biasanya memiliki tinggi sekitar 0,9 meter dengan panjang antara 1,5 sampai 1,8 meter. Seekor singa jantan bisa memiliki bobot antara 158 sampai 250 kilogram, sedangkan betinanya antara 113 sampai 181 kilogram.

Habitat

Singa Afrika dulu tinggal di sebagian besar wilayah benua Afrika. Karena berbagai alasan, jumlah mereka telah berkurang separuh sejak dekade 1950-an, dan hari ini populasi mereka hanya tinggal sekitar 20.000 ekor. Habitatnya meliputi padang sabana, padang rumput, semak padat, dan hutan. Saat ini, mereka hanya ditemukan di wilayah sub-Sahara Afrika, dengan sejumlah kecil dari mereka menghuni wilayah India.

Makanan

Sebuah fakta mengejutkan, singa ternyata adalah pemakan bangkai ulung. Lebih dari separuh makanan yang mereka makan diambil dari cheetah, hyena, dan macan tutul. Dan tentu saja, mereka berburu dalam kelompok, yang memungkinkan mereka untuk membunuh hewan besar seperti zebra, kerbau, gajah muda, badak, impala, babi liar, kuda nil, dan jerapah. Mereka bahkan cenderung memburu dan memakan kadal, tikus, kura-kura, antelop, buaya, dan babi hutan. Dalam penangkaran, mereka kebanyakan makan ayam, kelinci, sapi, dan kambing.

Perilaku

Singa hidup dalam kelompok besar yang terdiri atas sekitar 15 ekor singa. Satu sampai tiga ekor pejantan menjadi bagian dari kawanan selama sekitar tiga tahun, sampai kelompok pejantan lain mengambil alih. Sisa kawanan adalah singa betina dan singa muda. Singa sebenarnya adalah hewan yang penyayang, dan suka menyentuh, menjilat, mendengkur, dan menggosok.

Sebagian besar perburuan dilakukan oleh betina. Mereka memiliki kecenderungan untuk merayap diam-diam ke arah mangsanya dan tiba-tiba menyergap mereka. Pejantan sifatnya teritorial dan tugas mereka adalah melindungi kawanan. Ironisnya, pejantan akan makan dulu, dan menghabiskan sebagian besar makanan, lalu diikuti oleh singa betina dan singa muda. Singa sebenarnya cukup malas. Mereka menghabiskan waktu 16-20 jam sehari untuk istirahat atau tidur.

Reproduksi

Singa Afrika kawin sepanjang tahun. Masa kehamilannya adalah 110 hari, dan seekor betina biasanya memiliki tiga sampai empat ekor bayi, dengan bobot masing-masing 1,3 kg. Singa muda mulai berburu ketika mereka berusia hampir satu tahun, dan hidup dengan induknya sampai mereka berusia dua tahun. Anak singa sangat rentan terhadap predator seperti hyena, macan tutul, jakal punggung hitam, dan lainnya, dan kurang dari setengah anak singa yang lahir berhasil melewati tahun pertamanya.

Predator

Manusia adalah predator utama singa. Selama berabad-abad, hewan-hewan yang gagah ini telah dibunuh dalam ajang perburuan atau digunakan untuk pengobatan tertentu. Hilangnya habitat juga telah memberikan kontribusi terhadap berkurangnya jumlah singa. Itulah mengapa mereka saat ini dikategorikan sebagai ‘rentan’.

Fakta unik lainnya

Singa jantan mempertahankan wilayah mereka dengan keras, dan menandainya dengan urin untuk membatasi daerah. Wilayah kekuasaan singa bisa mencapai luas 259 kilometer persegi dari padang rumput atau hutan terbuka. Ketika mereka merasakan penyusup, mereka akan mengaum dengan cara yang mengancam sebagai tanda peringatan. Auman mereka cukup kuat hingga bisa terdengar sejauh 8 kilometer.

Singa-singa yang gahar lebih memilih untuk menghabiskan hari yang panas di tempat teduh dan bervegetasi padat. Kegiatan mereka dimulai setelah senja. Perburuan sebagian besar dilakukan dari malam hingga fajar. Meskipun tidak aktif ketika mereka tidak berburu, singa bisa berjalan hampir 24 kilometer per hari, jika diperlukan. Kawanan singa dapat menetap sementara di area tertentu jika mereka menemukan sumber air yang cukup dan tempat perburuan yang baik.

Singa umumnya berwarna cokelat. Kadang-kadang, warnanya dapat bervariasi, dari kuning keperakan hingga abu-abu oker atau coklat gelap oker dengan warna samping yang pucat. Singa muda memiliki bintik-bintik samar (seperti macan tutul) yang hilang ketika usianya bertambah. Kadang-kadang, bintik-bintik itu tetap ada bahkan ketika mereka mencapai usia dewasa. Ujung ekor umumnya berwarna hitam.

Singa dikenal memiliki berbagai ekspresi wajah yang menunjukkan gerakan visual. Mereka juga memiliki berbagai auman yang intensitas dan nadanya bervariasi. Singa betina menggunakan suara mendengus untuk memanggil anak mereka. Raungan singa betina sedikit lebih lembut daripada pejantan. Suara-suara singa Afrika antara lain menggeram, mendesis, membatuk, meraung, dan mendengkur. Raungan penuh hanya bisa dilakukan ketika mereka mencapai usia dewasa.

Singa dikenal menyukai mangsa yang lebih besar, yang menyediakan cukup makanan untuk seluruh kawanan. Mangsa biasanya terdiri atas zebra, impala, babi hutan, rusa, jerapah, dan lainnya. Cara mereka mengintai mangsanya cukup aneh. Betina berburu dalam kelompok dan menyelinap ke kawanan mangsa. Mereka tiba-tiba akan berlari dengan kecepatan penuh dan mengelilingi kawanan. Mereka menerkam korban terdekat dan membunuhnya dengan cara mencekik tengkuk atau lehernya.

Singa jantan dikenal akan membunuh anak singa yang berada dalam kawanan yang mereka taklukkan. Hal ini karena singa betina tidak subur dan tidak bisa menerima pejantan baru sampai anaknya tumbuh.

Jika singa kawin dengan harimau, hasilnya adalah liger atau tigon. Jika singa kawin dengan macan tutul, anaknya disebut leopon, dan bila kawin dengan jaguar, hasilnya adalah seekor jaglion.

Binatang ini dapat berlari dengan kecepatan 80 km/jam untuk jarak pendek, dan dapat melompat sejauh 10 meter.

Surai singa jantan berfungsi sebagai perlindungan ketika ia terlibat dalam perkelahian.

Ketika berjalan, tumit singa tidak menyentuh tanah.

Singa suka minum air setiap hari, tapi hewan-hewan ini bisa hidup 5 sampai 6 hari tanpa air.

One thought on “Fakta-fakta Tentang Singa Afrika yang Perlu Anda Tahu

  • 02/22/2017 at 6:57 pm
    Permalink

    Terima kasih
    Akhirnya saya boleh pun siapkan kerje sains ????????☺️

    Reply

Komentar Anda