Tes Darah Terbaru Bisa Tunjukkan Semua Virus dalam Tubuh

Pernahkah Anda bertanya-tanya virus apa yang masih tinggal di dalam tubuh Anda? Para peneliti mengungkapkan bahwa teknologi tes darah terbaru ini bisa menentukan semua virus dalam tubuh Anda dan dapat membantu menjelaskan penyebab penyakit kompleks seperti diabetes tipe 1 dan sindrom kelelahan kronis.

Tes DarahTeknologi mutakhir itu disebut VirScan. Dengan kurang dari setetes darah, VirScan dapat mengidentifikasi semua virus yang pernah Anda dapatkan di sepanjang hidup.

Terobosan teknologi

Stephen J. Elledge, Ph.D., penulis penelitian dan profesor genetika di Harvard Medical School dan di Brigham and Women’s Hospital, serta investigator bersama Howard Hughes Medical Institute, mengatakan teknologi ini adalah terobosan yang mencari antibodi terhadap semua virus manusia yang dikenal dalam sekali waktu. Diagnostik standar hanya mampu mencari satu virus.

“Ini berarti Anda dapat mengetahui eksposur virus tanpa harus mencurigai infeksi tertentu dari waktu sebelumnya,” katanya. “Dari sudut pandang kesehatan pribadi, Anda bisa membayangkan tes darah tahunan untuk semua eksposur virus untuk mencoba menemukan infeksi sebelum menyebabkan gejala.”

Misalnya, kata Elledge, banyak orang tidak menyadari mereka terinfeksi virus hepatitis C, yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan kanker.

“Seringkali, hal ini karena pasien tidak menunjukkan gejala selama bertahun-tahun dan mereka tidak diuji untuk virus tertentu,” kata Elledge. “Demikian pula, pendekatan kami dapat berguna untuk pasien dengan penyakit yang tidak terdiagnosis di mana tidak jelas virus apa yang akan diuji.”

VirScan menggunakan peptida untuk menyecan virus

VirScan menyediakan alat untuk mempelajari interaksi antara koleksi virus yang diketahui bisa menginfeksi manusia, beberapa di antaranya tidak menimbulkan gejala, dan sistem kekebalan tubuh, yang dapat diubah secara permanen oleh paparan virus. Elledge dan koleganya menguji VirScan pada 569 orang dari seluruh dunia dan menemukan bahwa rata-rata, peserta telah terkena sekitar 10 spesies virus di sepanjang hidup mereka.

Sampai saat ini, tes darah yang mengukur jumlah virus berdasarkan antibodi yang dikeluarkan oleh sistem kekebalan tubuh telah dibatasi oleh jumlah interaksi virus-antibodi yang bisa diskrining. Untuk mengidentifikasi lebih banyak antibodi, peneliti menggunakan peptida (molekul biologis alami) dari 206 spesies virus, yang mewakili lebih dari 1.000 strain virus yang berbeda, untuk membuat representasi sintetis dari semua peptida virus manusia.

Sampel dari peserta penelitian menunjukkan lebih dari 106 juta interaksi peptida-antibodi. Sementara kebanyakan orang telah terkena sekitar 10 virus, beberapa peserta sudah terinfeksi 84 spesies virus. Para peneliti menunjukkan bahwa akurasi VirScan dapat ditingkatkan dengan lebih banyak sampel darah. Ini juga mungkin diadaptasi guna mempelajari respon antibodi terhadap bakteri, jamur, dan berbagai penyakit.

Komentar Anda