Kekuatan Jahe yang Menjanjikan untuk Mengatasi Migrain

Penelitian menunjukkan jahe dapat segera menjadi pengobatan penting untuk mengatasi migrain. Jahe telah digunakan dalam pengobatan tradisional China dan India selama lebih dari 25 abad. Akar bawah tanah jahelah yang digunakan untuk memasak dan pengobatan. Jahe berkaitan erat dengan dua bumbu masak lainnya: kunyit dan kapulaga. Penelitian baru menunjukkan dampak jahe yang menjanjikan dalam pengobatan migrain.

Jahe

Dalam uji klinis acak buta ganda, 100 pasien yang memiliki migrain akut secara acak ditugaskan untuk menggunakan jahe bubuk atau obat migrain umum, Sumatriptan (juga dipasarkan sebagai Imitrex). Dua jam setelah menggunakan satu dari dua jenis pengobatan itu, pasien diminta untuk menyelesaikan survei.

Para peneliti akhirnya menemukan bahwa tingkat keparahan sakit kepala rata-rata menurun secara signifikan pada kedua kelompok. Secara keseluruhan, khasiat bubuk jahe dan terapi obat sama, tetapi jahe memiliki lebih sedikit efek samping (Maghbooli 2013).

Masih banyak penelitian yang perlu dilakukan mengenai efektivitas jahe pada migrain. Misalnya, migrain menyerang dalam empat tahap dan banyak penderita migrain akan setuju bahwa pengobatan tradisional paling tepat diberikan untuk mengatasi rasa sakit akibat migrain. Pengobatan menggunakan jahe pada waktu yang berbeda dalam kaitannya dengan timbulnya migrain masih perlu dieksplorasi.

Juga, berapa dosis jahe dan mana yang lebih baik antara jahe segar atau jahe bubuk masih perlu diteliti lagi. Yang pasti, jahe banyak tersedia di mana-mana dan merupakan tambahan yang baik untuk hampir semua jus segar dan banyak hidangan utama. Jahe juga dapat dijadikan minuman jahe yang nikmat.

Komentar Anda