Apa Manfaat Teh Matcha (Teh Hijau Bubuk) untuk Kesehatan?

Ingin meningkatkan energi, suasana hati, fokus, dan metabolisme sambil menurunkan risiko penyakit Anda? Maka teh matcha adalah jawabannya. Sebagai anggota famili camellia sinensis (teh hijau), matcha benar-benar berbeda dari segala teh hijau, mulai dari cara penanamannya, pemanenannya, pemrosesannya, hingga manfaatnya untuk kesehatan.

Teh Matcha

Teh matcha memiliki rasa yang kompleks, kaya, lembut, dan sedikit manis. Jika matcha Anda terasa pahit, bisa jadi karena teh yang Anda beli bukan yang berkualitas bagus atau air yang digunakan untuk menyeduh terlalu panas.

Peminum teh matcha sejati sebaiknya membeli teh berkualitas tinggi yang biasa digunakan dalam upacara minum teh dan menyeduhnya dalam teko elektrik yang memungkinkan Anda mengatur suhu minuman. Jika Anda tidak memiliki ketel khusus, cukup rebus air dan biarkan sampai agak mendingin selama empat sampai lima menit sebelum menambahkan bubuk teh matcha.

Matcha juga cocok disajikan bersama minuman lain. Anda bisa menambahkan bubuk matcha pada smoothies dan resep lainnya untuk memberikan warna hijau, rasa teh, dan aneka manfaat kesehatan yang dimilikinya.

Manfaat Kesehatan

Teh hijau berada dalam kelas makanan super karena memberikan nutrisi tingkat tinggi dan menawarkan berbagai manfaat kuat melawan penyakit. Teh matcha memiliki banyak manfaat kesehatan, antara lain:

Metabolisme: Matcha menciptakan efek termogenik, yang berarti bisa meningkatkan metabolisme tubuh sehingga Anda bisa membakar lebih banyak kalori. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa katekin dalam teh mampu mengurangi lemak tubuh dan menurunkan kolesterol LDL. Teh ini juga terbukti bisa menjaga kadar gula darah yang sehat dengan memperlambat konversi karbohidrat menjadi gula sederhana.

Detoksifikasi: Teh matcha bermanfaat pada saluran detoksifikasi tubuh dalam beberapa cara. Warna hijaunya berasal dari senyawa yang disebut klorofil -yang ditemukan pada matcha dalam konsentrasi tinggi karena tumbuh di tempat teduh. Klorofil bermanfaat untuk mengeluarkan racun dan logam berat dari dalam tubuh.

Alkalinitas: Tidak seperti kopi yang bersifat asam, klorofil yang bersifat basa mampu menjaga pH yang sehat dalam tubuh. Alkalinitas juga membuat matcha lebih lembut pada pencernaan.

Fungsi otak: Para biksu telah menggunakan matcha selama berabad-abad untuk membantu mereka bermeditasi dalam jangka waktu yang lama. Matcha mengandung asam amino L-theanine dalam jumlah tinggi yang dapat meningkatkan konsentrasi dengan cara menghadirkan fokus yang menenangkan.

Mood: Tingginya kadar L-theanine juga dapat mengurangi kecemasan dan mendorong suasana hati yang seimbang.

Energi: Teh matcha mengandung hampir dua kali lipat kafein teh hijau biasa, tetapi lebih sedikit dari kopi. Jangan khawatir, kafein itu diimbangi oleh L-theanine, sehingga memberikan energi yang terfokus dan tenang tanpa perasaan gelisah.

Sistem kekebalan tubuh: Teh hijau kaya akan katekin polifenol yang merupakan antioksidan kuat dan penghancur radikal bebas. Salah satu yang paling ampuh dari katekin adalah epigallocatechin gallate (EGCG) yang terbukti mampu memberikan efek perlindungan terhadap kanker. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa jumlah EGCG dalam matcha 137 kali lebih tinggi dari teh hijau tradisional China.

Kesehatan kulit: Kapasitas polifenol si penghancur radikal bebas yang ada dalam teh matcha dapat melindungi kulit Anda dari polusi lingkungan dan pengrusakan UV sehingga mendukung anti-penuaan dan pencegahan kanker pada kulit.

Kesehatan oral/nafas: Teh matcha memiliki sifat antibakteri, sehingga mendukung kesehatan mulut yang baik dan tidak membuat nafas Anda bau kopi!

Banyak sekali bukan khasiat teh matcha? Namun berhati-hatilah jika Anda mencoba matcha latte di kedai kopi lokal Anda karena mungkin sarat dengan gula dan susu. Studi menunjukkan bahwa katekin kurang efektif bila dikonsumsi dengan protein, sehingga teh matcha paling bagus dikonsumsi sendirian. Jika Anda ingin latte, jangan tambahkan gula dan pilih susu non-sapi. Selamat mencoba.

Komentar Anda