Apa yang Dilakukan Meditasi pada Otak Kita?

Cerita tentang bagaimana meditasi bisa meningkatkan kualitas hidup sama tuanya dengan praktek itu sendiri. Para ahli bela diri menggunakan meditasi untuk meningkatkan performa fisik mereka. Para biarawan mempraktekkannya untuk mencapai pencerahan, penyatuan spiritual, dan keseimbangan antara batin dan tantangan hidup.

Gambar MeditasiSejak akhir abad ke-20, berkat teknologi pencitraan yang memberikan kita penglihatan pada aktivitas otak, kita sekarang dapat mengetahui manfaatnya dalam struktur otak. Meditasi sebenarnya mempengaruhi struktur dan fungsi otak itu sendiri.

Meningkatkan Perhatian

Meditasi mampu meningkatkan panjang dan kualitas perhatian. Dalam sebuah studi yang dilaporkan dalam Psychological Science edisi Mei edisi 2010, para peneliti dari Johns Hopkins University School of Medicine menemukan bahwa tiga bulan meditasi reguler pada pernafasan dapat meningkatkan kewaspadaan dan perhatian visual yang berkelanjutan.

Antoine Lutz, seorang peneliti dari Center for Investigating Healthy Minds, melakukan penelitian yang sama dan menemukan bahwa peningkatan perhatian ini disertai dengan “konsistensi fase theta-band yang meningkat terhadap respon saraf osilasi di daerah anterior otak.” Dengan kata lain, meditasi mengubah aktivitas listrik otak, sehingga fokus mental menjadi lebih tajam dan rentang perhatian semakin meningkat.

Menjaga otak tetap muda

Meditasi juga meningkatkan konektivitas otak. Sebuah studi tahun 2011 yang dilakukan di University of California Los Angeles School of Medicine menemukan bahwa meditasi bisa mengubah struktur otak. Praktisi meditasi ulung menunjukkan lebih banyak koneksi saraf di antara daerah otak yang berbeda. Koneksi saraf penting untuk pemrosesan informasi yang efisien.

Koneksi saraf, yang dimungkinkan oleh materi putih otak, biasanya menurun seiring usia. Dalam studi UCLA, penurunan materi putih pada mereka yang bermeditasi tidak secepat mereka yang tidak bermeditasi. Temuan ini membuat para peneliti mendalilkan bahwa meditasi dapat membantu memperlambat penurunan otak terkait usia.

Mengurangi sakit

Meditasi juga membantu mengurangi rasa sakit. Manfaat inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa ahli bela diri bermeditasi sejak dahulu kala. Para peneliti tidak sepenuhnya mengetahui mekanisme apa di dalam otak yang menyebabkan efek ini, tetapi mereka punya sebuah teori. Dr. Christopher Brown dari University of Manchester menyatakan bahwa meditasi “melatih otak untuk lebih fokus dengan saat ini.”

Dengan kata lain, antisipasi terhadap rasa sakit di masa depan tidak bersenyawa dengan rasa sakit yang dialami saat ini. Penderita sakit kronis, ketika mereka bermeditasi, dapat menjadi lebih rileks dan mengatasi rasa sakit tanpa perlu merasakan banyak ketegangan fisik dan emosional.

Mengurangi kecemasan dan depresi

Meditasi juga mampu mengurangi kecemasan dan depresi. Magnetic Resonance Imaging (MRI) menunjukkan bahwa mereka yang rutin bermeditasi mengalami penebalan pada korteks prefrontal. Penebalan ini sangat penting pada praktisi meditasi yang berusia lanjut, yang secara signifikan menunjukkan sedikit penipisan korteks terkait usia daripada mereka yang tidak bermeditasi.

Kortex prefrontal yang kuat membantu menghambat emosi negatif yang dihasilkan oleh sistem limbik, pusat emosi otak. MRI fungsional menunjukkan bahwa orang yang depresi, cemas, dan gelisah cenderung memiliki sistem limbik yang terlalu aktif. Meditasi dapat membantu membangun korteks prefrontal yang kuat, yang pada gilirannya dapat membantu memodulasi sistem limbik yang terlalu aktif. Temuan terbaru ini membantu menjelaskan pengamatan klinis bahwa meditasi bermanfaat untuk mengobati kecemasan dan depresi.

Komentar Anda