7 Mitos Tentang Osteoporosis yang Paling Dipercayai Orang

Osteoporosis -kondisi yang menyebabkan tulang berpori (keropos) dan lemah- merupakan masalah kesehatan besar yang mempengaruhi puluhan juta orang setiap tahun, terutama mereka yang berusia lebih dari 50 tahun. Di dunia beredar banyak mitos mengenai penyakit satu ini, dan tujuh mitos inilah yang paling sering dipercayai orang.

Osteoporosis

1. Bagian alami dari penuaan

Meski osteoporosis dan fraktur tulang (patah tulang) akan lebih mungkin terjadi seiring bertambahnya usia, semua itu sebenarnya bisa dihindari. “Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah fraktur tulang,” kata Sellmeyer, yang mengepalai Johns Hopkins Metabolic Bone Center di Baltimore, Maryland. Tiga hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah fraktur tulang adalah: mendapatkan cukup kalsium, vitamin D, dan olahraga.

2. Hanya wanita yang terkena osteoporosis

Ya dan tidak. Meskipun memang benar bahwa wanita lebih banyak mengembangkan osteoporosis dibandingkan pria, pria masih bisa terpengaruh. Bahkan, satu dari lima pria Amerika di atas usia 50 tahun akan menderita osteoporosis (dibandingkan dengan satu dari tiga wanita). Dan, menurut Sellmeyer, pria muda lebih mungkin terkena fraktur tulang ketimbang wanita.

3. Hanya menyerang orang-orang tua

Sekitar 90 persen dari massa tulang diperoleh di usia 18 tahun pada anak perempuan dan usia 20 tahun pada anak laki-laki. “(Usia itu) bukanlah waktunya bagi orang untuk memikirkan risiko fraktur tulang pasca-menopause mereka,” kata Sellmeyer. “Tapi tidaklah terlalu dini untuk membangun kepadatan tulang dan mengembangkan tulang terbaik untuk sisa hidup Anda mulai dari sekarang.” Jadi, mulailah memikirkan kesehatan tulang Anda dari sekarang, dan kembangkan kebiasaan mengasup gizi yang baik untuk menghadapi setiap kemungkinan masalah di kemudian hari.

4. Patah tulang adalah satu-satunya bahaya

Osteoporosis adalah kondisi serius dan kadang-kadang fatal. Osteoporosis menyebabkan patah tulang pinggul dan, menurut Sellmeyer, sekitar 25 persen orang akan meninggal dalam 6 hingga 12 bulan pertama setelah patah tulang pinggul. Mengapa? Operasi penggantian pinggul dapat menyebabkan masalah seperti aritmia, komplikasi anestesi, pneumonia, serangan jantung, atau infeksi pada orang dewasa. Studi menunjukkan bahwa wanita berusia 50 tahun memiliki risiko kematian akibat patah tulang pinggul yang sama besarnya dengan kanker payudara.

5. Tulang hanya akan patah saat terjatuh

Kebanyakan orang berpikir patah tulang akan terjadi ketika seseorang jatuh, tapi kadang-kadang, tulang yang lemah akan tetap patah. “Ada orang-orang yang mengalami patah tulang spontan,” kata Sellmeyer. “Seseorang mungkin hanya membungkuk di lantai flat-bed truck, dan tekanan itu sudah cukup untuk menyebabkan patah tulang.” Jika Anda memiliki osteoporosis, Anda bisa mendapatkan retak pada kaki hanya dengan berjalan. “Bahkan dengan patah tulang pinggul,” kata Sellmeyer, “beberapa orang akan mengatakan, ‘saya mendengarnya dan saya merasakannya, tapi saya tidak jatuh.'”

6. Anda bisa merasakan tulang semakin melemah

Sayangnya, Anda tidak bisa benar-benar melihat atau merasakan osteoporosis yang kian mendekat. Anda tak akan pernah tahu Anda terserang osteoporosis sampai Anda patah tulang. Anda tidak akan merasakan tulang Anda semakin lemah ketika Anda kehilangan kepadatan tulang, Anda juga tidak akan mulai menderita konsekuensi tertentu yang mengganggu kegiatan sehari-hari. “Ini adalah penyakit diam,” kata Sellmeyer. “Tidak ada cara untuk mengetahui apakah Anda memilikinya selain melakukan tes kepadatan tulang.”

7. Tulang keropos tidak akan pernah menjadi kuat

Menurut Sellmeyer, seseorang yang menderita osteoporosis tidak akan pernah kembali ke tingkat kepadatan tulang “normalnya”. Bahkan, jika terdiagnosis menderita osteoporosis, Anda mungkin sudah benar-benar memiliki kepadatan tulang yang rendah di sepanjang hidup Anda. Dalam hal ini, kata Sellmeyer, “mencoba untuk mendapatkan kepadatan tulang yang lebih tinggi dari sebelumnya di sepanjang hidup Anda tidaklah mungkin.” Namun, adalah mungkin bagi Anda untuk membangun kembali tulang. Pengobatan osteoporosis dapat meningkatkan kepadatan tulang beberapa persen per tahun selama tiga sampai empat tahun.

Komentar Anda