Fakta-fakta Unik Mengenai French Fries yang Lezat

Siapa tak kenal French fries? Makanan ringan yang terbuat dari kentang ini menjadi sajian yang laris di banyak restoran cepat saji. Meskipun kerap dianggap sebagai makanan yang kurang sehat, French fries tetap digemari karena rasanya yang gurih lezat. French fries memiliki sejarah panjang yang jarang diketahui orang. Mari kita simak beberapa fakta unik tentangnya.

French fries

Meski orang Belgia mungkin bukanlah penemu French fries (sebagian kalangan menyebut Belgia sebagai penemunya), saat ini mereka mengonsumsi French fries per kapita paling banyak dari negara manapun di Eropa.

Di sebagian besar negara yang berbahasa Inggris, potongan kentang tipis dan tebal memiliki sebutannya masing-masing, yakni fries (kentang goreng) dan chips (keripik). Orang-orang Amerika Utara umumnya menyebut makanan ini dengan French fries. Jika sedikit berbeda, biasanya mereka cukup menambahkan kata sifat ketimbang menggunakan kata yang sama sekali berbeda: yaitu steak fries (chips), French fries, curly fries, dan lain-lain.

Pada tahun 1802, Thomas Jefferson meminta koki Gedung Putih asal Prancis, Honoré Julien, membuat kentang yang disajikan ala Perancis untuk pesta makan malam. Ia menggambarkan sajian ini sebagai kentang yang digoreng secara deep frying dengan potongan kecil. Ini adalah salah satu referensi awal penyebutan kentang goreng yang dipotong kecil-kecil sebagai “French”.

Steak fries, atau keripik, sebenarnya cenderung memiliki kadar lemak lebih rendah dari French fries karena permukaannya yang lebih rendah dari rasio volume.

French fries Burger King (dan mungkin juga McDonald) disemprot dengan larutan gula sebelum dikemas dan dikirim ke berbagai lokasi waralaba. Ini akan menghasilkan warna emas melalui karamelisasi gula ketika digoreng. Tanpa ini, warna bagian luar kentang goreng akan sama seperti warna bagian dalamnya setelah digoreng.

McDonald dikenal menggoreng kentang goreng mereka dua kali, memerlukan waktu sekitar 15 sampai 20 menit. Sekali untuk memasak bagian dalamnya dan sekali untuk membuatnya ekstra renyah di luar.

Bumbu populer untuk mencelupkan kentang goreng sedikit bervariasi dari satu negara ke negara lainnya. Di Amerika, saus tomat biasanya merupakan pilihan favorit untuk celupan kentang goreng. Di bagian-bagian tertentu Eropa, mayones adalah pilihan utama. Inggris cenderung menggunakan cuka malt untuk mencelupkan French fries mereka. Perancis sendiri cenderung suka makan kentang goreng secara langsung.

Belgia, surganya French fries, kadang-kadang akan menyajikan kentang goreng dengan telur sebagai topping. Telur mentah akan dipecahkan di atas French fries segera setelah kentang diangkat dari penggorengan. Cara ini cenderung memasakkan telur, tapi kuning telur yang agak berair bisa dijadikan celupan untuk kentang goreng.

Istilah Perancis frite untuk menyebut kentang goreng, menunjukkan deep frying, sedangkan, dalam bahasa Inggris, fried bisa berarti deep frying, sautéing (menumis), atau pan-frying. Mungkin karena alasan inilah istilah French fried bergeser artinya menjadi deep-fried dalam bahasa Inggris, terlepas dari apa yang sedang digoreng.

Menurut banyak kalangan yang mendukung gagasan bahwa French fries berasal dari Belgia, sajian ini pertama kali disebut French fries karena selama Perang Dunia I tentara Amerika diperkenalkan pada kentang goreng oleh orang Belgia. Pada saat itu, Angkatan Darat Belgia menggunakan bahasa Prancis. Kentang goreng disebut Les frites (yang adalah bahasa Perancis) oleh orang Belgia dan tentara Amerika kemudian menyebutnya French fries.

Teori ini tidak benar karena beberapa alasan. Pertama, seperti yang disebutkan di atas, pada tahun 1800, Thomas Jefferson menyebut potongan kecil kentang goreng sebagai “kentang yang digoreng ala Perancis”. Selain itu, ada buku resep Amerika dari tahun 1850-an yang secara khusus menggunakan istilah French Fried Potatoes (Kentang Goreng Perancis) untuk menggambarkan French fries; ada juga banyak referensi lainnya tentang French Fried Potatoes dari tahun 1850-an di Amerika Serikat; ini semua terjadi sebelum Perang Dunia I. Sekitar tahun 1930-an, orang Amerika membuang kata Potatoes dan menyebut makanan ini hanya sebagai French fries.

Komentar Anda