Mengapa Minuman Berkarbonasi Berperisa Disebut Soft Drink?

Kita semua pasti pernah merasakan segarnya soft drink atau minuman ringan. Tahukah Anda, soft drink sebenarnya bukan hanya minuman berkarbonasi berperisa. Istilah “soft drink” mengacu pada hampir semua minuman yang tidak mengandung sejumlah besar alkohol (minuman keras). Di sinilah letak perbedaan antara minuman ringan dan minuman keras.

Soft Drinks

Namun sekarang istilah “soft drink” biasanya digunakan khusus untuk menyebut minuman berkarbonasi berperisa. Ini sebenarnya karena iklan. Produsen minuman berkarbonasi berperisa di Amerika Utara mengalami kesulitan membuat iklan nasional karena orang-orang menyebut produk ini berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lainnya.

Misalnya, di beberapa bagian Amerika Serikat dan Kanada, minuman berkarbonasi berperisa disebut sebagai “pop”; di bagian lain disebut “soda,” “coke,” dan berbagai nama lainnya juga umum digunakan. Kemudian jika para produsen minuman ini ingin membuat iklan secara internasional, maka akan semakin memusingkan karena semakin banyaknya istilah.

Di Inggris, minuman ini disebut “fizzy drink,” di Irlandia kadang-kadang disebut “mineral”. Karena orang-orang tidak dapat merujuk produk mereka dalam arti generik pada iklan nasional, dan karena istilah-istilah ini begitu bervariasi, para produsen minuman ini akhirnya memilih istilah “soft drink,” istilah yang kurang lebih universal untuk minuman berkarbonasi berperisa.

Menariknya, menurut sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2006, sebagian minuman “ringan” berkarbonasi benar-benar mengandung sedikit alkohol. Dalam metode lama untuk memasukkan CO2 ke dalam minuman, alkohol menjadi hasil dari fermentasi alami, mirip dengan bagaimana sebagian besar bir mendapat alkoholnya.

Namun, dengan metode modern untuk memasukkan CO2 ke dalam minuman, hal ini bukan masalah; namun jumlah alkohol yang terukur tetap ada. Hal ini disebabkan adanya fermentasi gula di lingkungan non-steril dalam minuman. Pada beberapa jenis soda-pop, alkohol tambahan juga dimasukkan karena alkohol digunakan dalam penyusunan beberapa ekstrak rasa.

Komentar Anda