Mengenal Seluk Beluk dan Sejarah Panjang Kentang

Kentang telah lama dikenal sebagai salah satu makanan favorit banyak orang di seluruh dunia. Budidaya kentang diperkirakan telah dimulai sejak awal Common Era (C.E.), sekitar 2000 tahun yang lalu di Peru dan Bolivia. Secara bertahap kentang menyebar dari sana ke seluruh Amerika Selatan. Bentuk awal tanaman ini seperti umbi dan rasanya cukup pahit. Berikut seluk beluk kentang yang perlu Anda ketahui.

Kentang

Kata “potato” (kentang) berasal dari bahasa Haiti “batata” yang merupakan kata untuk menyebut ubi jalar. Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Spanyol menjadi “patata” dan akhirnya masuk ke dalam bahasa Inggris sebagai “potato”.

Istilah kentang dalam bahasa Inggris slang, “spud”, berasal dari alat seperti sekop (“spade”) yang digunakan untuk memanen kentang.

Ketika kentang pertama kali diperkenalkan ke Irlandia dan Skotlandia, makanan ini mendapat sedikit perlawanan dari kalangan Protestan setempat karena kentang tidak disebutkan di mana pun di dalam Alkitab; oleh karena itu, tidak jelas apakah kentang boleh dimakan atau tidak sehingga mereka menolak untuk menanam kentang pada awalnya. Di sisi lain, kalangan Katolik memilih untuk menaburi kentang dengan air suci sebelum ditanam, sehingga kentang diperbolehkan untuk ditanam dan dimakan.

Kentang juga mendapat perlawanan ketika pertama kali diperkenalkan ke Eropa secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan orang Eropa meyakini kentang dapat menyebabkan berbagai penyakit dan juga dianggap beracun. Tomat juga dianggap beracun oleh banyak orang ketika pertama kali diperkenalkan ke Eropa dari dunia baru (Amerika).

Antoine-Augustin Parmentier tidak hanya dikenal sebagai tokoh yang memperjuangkan kentang, tapi ia juga bertanggung jawab atas vaksinasi cacar wajib pertama di Perancis pada tahun 1805 ketika ia menjadi Inspektur Jenderal dari Layanan Kesehatan di bawah Napoleon.

Parmentier juga merupakan orang yang menciptakan hidangan Perancis, Hachis Parmentier, variasi yang juga kadang-kadang disebut “Shepperd Pie”. Hachis Parmentier pada dasarnya adalah daging sapi yang diatasnya diberi kentang tumbuk dan keju. Variasi hidangan ini adalah penambahan saus, jagung, atau sayuran lainnya.

Selain itu, Parmentier juga mendirikan sebuah sekolah pembuatan roti yang menjadi pelopor metode untuk mengekstraksi gula dari gula bit dan metode pengawetan makanan yang sangat teliti, seperti pendinginan.

Selama abad ke-19, Irlandia hampir sepenuhnya bergantung pada kentang sebagai sumber makanan utama bagi sebagian besar warganya. Hal ini menyebabkan bencana kelaparan kentang tahun 1840-an ketika strain jamur tertentu hampir sepenuhnya memusnahkan kentang di Irlandia.

Komentar Anda