Etika di Jalan-jalan Umum pada Zaman Victoria

Pedoman yang ketat mengatur interaksi sosial di jalan-jalan umum di zaman Victoria, terutama antara dua jenis kelamin. Seorang wanita muda yang belum menikah tidak boleh pergi ke luar rumah tanpa pendamping. Etika melarang wanita muda mencari-cari kenalan atau berhenti untuk mengobrol di sebuah jalan raya yang ramai.

Zaman Victoria

Menurut Cassell’s Household Guide, sebuah buku komprehensif tentang kehidupan Victoria yang diterbitkan pada tahun 1869, jika wanita muda melihat seorang teman prianya dan merasa tidak bisa mengabaikannya, ia harus mengambil inisiatif dan mengulurkan tangannya. Pria harus menunggu sang wanita untuk mengenalinya sebelum mengangkat topinya (tidak sekedar menyentuh pinggir topi), dan ia harus menggunakan tangan terjauh dari sang wanita. Jika wanita mengulurkan tangannya, pria harus berjalan dengan wanita itu, bukan berhenti. Dan yang paling penting, percakapan dan nada bicara itu sendiri harus dijaga ketat.

Seorang pria tidak boleh merokok di hadapan seorang wanita. Memang, tidak sopan bagi wanita untuk “menahan pria dalam percakapan” sementara mereka merokok, karena akan memaksa pria memadamkan cerutu. Hanya dalam keadaan ekstrim seorang wanita bisa memotong percakapan, yaitu ketika wanita menatap langsung pada seseorang yang ia kenal namun tidak ada tanda-tanda pengenalan atau penghormatan. Cassell menyebut ini sebagai “tindakan paling tidak sopan yang mungkin dilakukan dalam masyarakat.”

Ketika naik kereta, seorang pria tidak boleh duduk di samping seorang wanita yang bukan kerabatnya; ia selalu duduk membelakangi kuda yang memungkinkan kursi depannya diduduki wanita. Seorang pria juga harus berhati-hati untuk tidak menginjak gaun wanita, dan ia harus turun pertama kali dari kereta untuk membantu wanita turun.

Komentar Anda