Pentingnya Crinoline dan Korset di Zaman Victoria

Orang-orang di zaman Victoria secara tegas percaya akan pentingnya mengenakan pakaian yang tepat di setiap kesempatan. Dan meski di bagian awal abad ke-19 (masa Jane Austen) gaun wanita cukup sederhana, pada saat zaman Victoria, pakaian dibuat semakin rumit, indah, dan penuh hiasan.

Crinoline dan Korset

Wanita biasa pada waktu itu memiliki banyak pakaian dalam berbagai gaya yang disimpan di lemari, seperti gaun untuk pesta, makan malam, berjalan, dan naik kereta kuda, di samping pakaian sehari-hari dan gaun malam. Aturan ketat ditetapkan tentang berapa lama seorang wanita harus memakai pakaian hitam ketika berkabung untuk suami, ayah, saudara, dan bahkan mertua yang meninggal.

Tidak diragukan lagi, item yang paling terkenal dalam koleksi pakaian wanita Victoria adalah crinoline. Sebagai pengganti lapisan rok berat, sangkar kubah dari baja yang lebar dibentuk untuk menjaga rok wanita jauh dari kaki mereka. Perangkat seperti ini memang mempermudah wanita menggunakan pispot, tapi mempersulit mereka untuk bergerak di ruang kecil. Wanita juga harus mempelajari kembali bagaimana cara duduk elegan. Meski begitu, itu adalah mode populer, dan setiap kelas wanita atas pasti memiliki satu. Kemudian pada abad ini, mode bergeser pada crinolette, yang hanya menopang bagian belakang gaun.

Tapi mungkin tak ada pakaian lain yang lebih mewakili fashion Victoria selain korset, yang sangat penting bagi wanita Victoria. Pakaian dalam yang ketat ini membantu wanita tetap tegak dan bahkan mewakili rasa harga diri. Memang, korset umum dipakai di mana-mana oleh wanita di setiap kelas -korset bahkan menjadi standar dalam penjara dan rumah sosial. Beberapa dokter pada saat itu berpendapat bahwa wanita membutuhkan korset untuk alasan kesehatan, yaitu untuk menopang organ internal mereka

Komentar Anda