Negara Paling Bahagia dan Paling Tidak Bahagia Sedunia

Orang yang tinggal di Swiss adalah yang paling bahagia di dunia berkat faktor-faktor sosial dan ekonomi yang positif, menurut 2015 World Happiness Report. Diterbitkan hari Kamis lalu, laporan dari Sustainable Development Solutions Network menemukan bahwa negara-negara di belahan bumi utara, yakni Islandia, Denmark, Norwegia dan Kanada, menempati posisi lima besar negara paling bahagia di dunia. Amerika Serikat ada di peringkat 15, turun dari peringkat ke-11 menurut laporan tahun 2012.

Orang Swiss

“Aspirasi masyarakat berkembang di negara-negara tersebut,” kata Jeffrey Sachs, Direktur Earth Institute, Columbia University. “Laporan ini memberikan bukti tentang bagaimana cara mencapai kesejahteraan sosial. Ini bukan oleh uang saja, tetapi juga oleh keadilan, kejujuran, kepercayaan, dan kesehatan yang baik. Bukti di sini akan berguna bagi semua negara karena mereka mengejar target pembangunan berkelanjutan baru.”

Para penulis laporan tersebut melihat berbagai faktor untuk menentukan peringkat dari 158 negara: PDB per kapita, dukungan sosial, harapan hidup sehat, kebebasan untuk membuat pilihan hidup, kemurahan hati, dan persepsi korupsi.

“Sebagai sebuah ilmu tentang kemajuan kebahagiaan, kami menggali faktor apa yang menentukan kualitas hidup warga,” kata editor laporan John F. Helliwell. “Kami senang karena semakin banyak pemerintah di seluruh dunia yang mau mendengarkan dan menanggapi kebijakan yang menempatkan kesejahteraan sebagai hal pertama. Negara-negara dengan modal sosial dan kelembagaan yang kuat tidak hanya mendukung kesejahteraan yang lebih besar, tetapi juga lebih tahan terhadap krisis sosial dan ekonomi.”

Sementara itu, yang masuk daftar negara paling tidak bahagia adalah negara Afrika barat, Togo. Tetangganya, Benin, ada di urutan 155. Mengisi daftar lima terbawah lainnya adalah Burundi, Suriah dan Rwanda yang dirobek perang.

Komentar Anda