Kim Jong-un Tambah Gendut, Beresiko Kena Serangan Jantung

Berat badan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang semakin naik sejak merebut kekuasaan pada tahun 2012, dapat dikaitkan dengan stres. Hal ini membuat Kim berisiko tinggi terkena serangan jantung, ungkap seorang ahli Korea Selatan, Rabu (22/4). Obesitas Kim dapat dikaitkan dengan beberapa faktor, antara lain aktivitas yang tidak teratur, kurang olahraga, dan makan berlebihan, kata seorang dokter Korsel yang tak mau disebutkan namanya.

Kim Jong-un

Pemimpin Korea Utara ini juga memiliki riwayat serangan jantung dalam keluarga, kata dokter itu. Baik kakeknya Kim Il-sung maupun ayahnya Kim Jong-il dilaporkan meninggal karena infark miokard akut. Selain itu, jika Kim menderita tekanan darah tinggi atau diabetes, risiko serangan jantungnya akan meningkat menjadi 20 kali lipat di atas rata-rata.

Pada tahun 2014 ketika Kim absen dari acara-acara publik selama 40 hari dan kemudian muncul dengan tongkat, beberapa analis mengatakan cedera itu dikarenakan encok, sementara yang lain mengatakan itu karena patah pergelangan kaki. Pyongyang akhirnya menyatakan Kim mengalami “ketidaknyamanan” tanpa memberikan rincian.

Seorang dokter asal Korea Selatan mengatakan, berdasarkan berat badan Kim, kemungkinan kadar kolesterol Kim sudah di atas normal dan Kim mengalami sindrom metabolik, komplikasi gejala pra-diabetes seperti tekanan darah tinggi, hiperlipidemia, dan obesitas.

Awal bulan ini, Sky News melaporkan Kim muncul di televisi Korea Utara dengan perban diikatkan di pergelangan tangan kanannya. Perban itu terlihat saat Kim melambai dan tersenyum pada pertemuan selama tur ke pabrik senjata di Pyongyang sekitar tanggal 10 April lalu.

Komentar Anda