Apakah Semua Makanan Cepat Saji Tergolong Junk Food?

Junk food bisa dibilang merupakan “keajaiban” dunia kuliner. Makanan ini tidak ada bandingannya di alam dan telah direkayasa sedemikian rupa untuk memberikan kenikmatan murni melalui kombinasi lemak, gula, dan garam. Tidak hanya rasanya yang menakjubkan, junk food juga murah, cepat, dan tersedia di setiap restoran cepat saji, toko, mall, bioskop, dan sebagainya di seluruh dunia.

Junk food

Satu-satunya masalah junk food adalah: makanan ini sampah (junk). Junk food, menurut definisinya, adalah makanan yang mengandung sedikit atau tidak ada nilai gizi, namun mengandung sejumlah besar kalori dalam bentuk lemak, gula, dan garam. Kebanyakan junk food masuk ke dalam kategori permen, makanan ringan asin, susu tinggi lemak, manisan kemasan, makanan panggang, dan minuman ringan bergula.

Junk food adalah apa yang kita sebut “kalori kosong,” yang memenuhi tubuh kita dengan energi berlebih (biasanya disimpan sebagai lemak) tanpa serat, vitamin, dan mineral dalam makanan yang dibutuhkan tubuh untuk membangun tubuh yang sehat serta melawan berbagai penyakit.

Apakah semua makanan cepat saji tergolong junk food? Belum tentu. Orang dapat berargumentasi bahwa burger Big Mac memiliki nilai gizi karena mengandung 24 gram protein, 3 gram serat, dan 25 persen kalsium. Namun, pada 530 kalori, Big Mac juga mengandung 48 persen lemak jenuh dan 40 persen natrium. Pasangkan burger ini dengan french fries dan cola, maka Anda akan segera memahami mengapa sebagian besar, jika tidak semua, makanan cepat saji memenuhi syarat untuk dikategorikan junk food.

Komentar Anda