Benarkah Cumi-cumi Raksasa Bisa Menenggelamkan Kapal?

Sekitar 300 spesies cumi-cumi yang berbeda telah berenang di lautan dunia selama lebih dari 400 juta tahun. Makhluk ini menarik perhatian manusia saat satu tentakel mereka terlihat di permukaan air. Ketertarikan itu semakin kuat ketika tentakelnya berukuran hampir 6 meter. Cumi-cumi raksasa yang perkasa telah menjadi legenda. Ada tiga spesies yang tumbuh sangat besar: cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux), cumi-cumi kolosal (Mesonychoteuthis hamiltoni) dan cumi-cumi jumbo, juga dikenal sebagai cumi-cumi Humboldt (Dosidicus gigas).

Cumi Raksasa

Meksi banyak cumi panjangnya hanya beberapa senti, cumi raksasa dan kolosal ukurannya sangat besar. Dua jenis ini diperkirakan bisa tumbuh mencapai 10 sampai 18 meter, termasuk tubuh dan tentakelnya. Makhluk ini lebih besar dari bus sekolah yang memiliki panjang 12 meter. Berat mereka mencapai 453 kg dan mereka memiliki mata menonjol seukuran bola voli. Cumi Humboldt adalah yang terkecil dari tiga jenis cumi besar, panjangnya sekitar 1,8 sampai 2,1 meter dengan berat sekitar 45,3 kg.

Bagaimana hewan-hewan laut ini bisa begitu besar? Penjelasan yang paling umum adalah adanya fenomena yang disebut gigantisme laut dalam. Teori ini menunjukkan bahwa dari waktu ke waktu, makhluk kecil di perairan dangkal beradaptasi untuk hidup pada laut dalam yang luas dengan meningkatkan ukuran tubuhnya menjadi lebih besar -kemungkinan karena faktor pasokan makanan dan peningkatan ukuran predator pada kedalaman.

Di perairan dangkal, lebih menguntungkan bagi cumi untuk tetap berukuran kecil karena ketersediaan makanan yang terbatas. Tetapi pada kedalaman ekstrim di mana cumi besar diperkirakan hidup, kira-kira 200-700 meter di bawah permukaan, ada beberapa makhluk yang ukuran dan daya tahannya lebih besar dari mereka.

Serangan cumi raksasa: temperamen dan reputasinya

Kraken

Makhluk laut yang menonjol ada dalam cerita para pelaut di seluruh dunia, beberapa berasal dari zaman kuno. Dalam mitologi Yunani dan Romawi, ada cerita pertempuran besar antara manusia dan monster laut yang mampu menarik kapal ke dalam air. Pelaut Norwegia dari abad kedua belas menceritakan makhluk laut yang mereka lihat; pada abad ke-18, makhluk legenda Norwegia itu telah berkembang seperti pulau-pulau dengan lengan.

Diperkirakan bahwa cumi raksasa, kolosal, dan Humboldt adalah makhluk agresif dan oportunistik yang memangsa apapun yang melintas di depan mereka -dari makanan mudah seperti ikan dan udang hingga makanan yang lebih menantang seperti cephalopoda besar lainnya dan paus. Humboldt, khususnya, dikenal sebagai petarung kanibal yang sengit. Nelayan Meksiko menjuluki mereka “Diablos rojos,” atau setan merah, karena warna merah tubuh serta sifat tak ramah mereka.

Dalam catatan modern lainnya, cumi-cumi dari “dimensi kolosal” muncul dalam novel Jules Verne tahun 1869, Twenty Thousand Leagues Under the Sea, yang merupakan catatan fiktif tentang pertemuan nyata antara sebuah kapal angkatan laut Perancis dengan cumi-cumi raksasa. Apakah catatan tersebut sepenuhnya fiktif atau tidak, novel ini mampu menarik minat publik terhadap gigantisme laut dalam dan serangan laut, yang tentu saja bukan satu-satunya catatan tentang serangan cumi-cumi pada kapal.

Pada tahun 1930-an, kapal tanker angkatan laut Kerajaan Norwegia seberat 15.000 ton, Brunswick, tiga kali diserang secara terpisah oleh cumi-cumi raksasa. Setiap catatan bercerita tentang cumi-cumi yang mengejar kapal tanker dan mencolok tiba-tiba, melilit lambung kapal dengan tentakelnya. Beruntung bagi para pelaut, baja kapal terlalu licin atau terlalu keras (atau mungkin keduanya) untuk dibelit tentakel cumi raksasa. Setiap cumi raksasa yang mencoba masuk ke Brunswick akhirnya binasa setelah terseret ke baling-baling kapal tanker itu.

Dan baru-baru ini di tahun 2003, cumi-cumi raksasa berusaha untuk menjatuhkan sebuah kapal, kali ini kapal pesiar Perancis yang sedang berlayar. Uniknya, peristiwa itu terjadi dalam event Jules Verne Trophy, yang memberi hadiah pada kapal pesiar tercepat yang mengelilingi bumi. Cumi sepanjang 7,9 meter tersebut menyerah sebelum hancur.

Beberapa ilmuwan skeptis bahwa cumi berbahaya bagi manusia atau perahu. Mereka menunjukkan bahwa cumi merupakan spesies dengan makanan berbasis ikan, dan karena itu tidak perlu menyerang manusia atau kapal baja. Apakah mereka memang mengejar kapal kita atau tidak, yang pasti belum ada cumi-cumi raksasa predator yang tercatat pernah menenggelamkan perahu, kapal, kapal pesiar, atau kapal selam.

Sekilas Fakta: Apa yang memangsa cumi raksasa?

Meskipun berukuran raksasa dan menunjukkan agresi, cumi-cumi raksasa, kolosal, dan Humboldt sendiri memiliki predator. Paus sperma, mamalia bergigi tajam yang bisa tumbuh sampai 18 meter dengan berat 57 ton, adalah predator cumi-cumi. Makhluk besar seperti ini memiliki nafsu makan yang sama besarnya dan dikenal bisa menyantap sekitar satu ton cumi-cumi dan ikan setiap hari. Manusia juga merupakan pemburu cumi terbesar. Nelayan Meksiko menangkap lebih dari 100.000 ton cumi setiap tahun, yang biasanya dijual kepada konsumen di negara-negara Asia.

Komentar Anda