Jenis Makanan yang Bisa Mempengaruhi Perilaku Anak

Orang tua adalah orang pertama yang memperhatikan bagaimana anak-anak mereka menanggapi makanan tertentu. Permen, misalnya, dapat membuat anak menjadi hiperaktif liar. Pada pertengahan tahun 70-an, Benjamin Feingold, seorang ahli alergi dari California, menemukan fakta bahwa aditif makanan tertentu dapat menyebabkan reaksi pada pasien anaknya, dan ia mengamati adanya perbaikan perilaku ketika anak-anak diberi makanan khusus. Studi selanjutnya meneliti makanan dan aditif yang dapat menyebabkan masalah perilaku pada anak-anak.

Makanan Anak

Attention Deficit Hyperactivity Disorder

Attention deficit hyperactivity disorder (ADHA) adalah “masalah perilaku yang paling sering didiagnosis pada anak-anak di Amerika Serikat,” menurut laporan David Schardt dalam Nutrition Action Healthletter, bulletin kesehatan dan gizi. Sebanyak 3 sampai 5 persen anak-anak di Amerika Serikat menjadi inatensi (sulit memusatkan perhatian), sulit berkonsentrasi, impulsif, dan hiperaktif -semuanya adalah gejala ADHD. ADHD telah dikaitkan dengan makanan dan aditif makanan tertentu.

Makanan yang harus dihindari

Gula ada dalam sarapan sereal, permen, es krim, dan hampir semua makanan yang disukai anak-anak. Gula sangat menggoda bagi anak, namun juga berpotensi membuat anak lelah dan rewel. Aditif seperti pewarna dan perasa buatan sulit untuk dihindari dan hadir dalam banyak makanan. Aditif bertanggung jawab menyebabkan ketidakmampuan belajar dan perilaku hiperaktif pada anak. Makanan olahan seperti bacon dan hot dog mengandung natrium nitrat yang bisa menyebabkan hiperaktif.

Pengawet lain, natrium benzoat, ditemukan dalam minuman ringan dan jus buah dan dapat menyebabkan anak menjadi mudah terganggu. Soda dan minuman berkafein dapat menyebabkan anak menjadi mudah marah, sementara junk food seperti keripik kentang dan pizza tinggi kalori dan sedikit nilai gizinya. Beberapa anak penderita ADHD mungkin akan sensitif terhadap susu, telur, gandum, jagung, dan kacang-kacangan.

Intoleransi Makanan dan Alergi

Anak-anak dan orang dewasa yang mengalami masalah pencernaan atau pernapasan, gejala-gejala neurologis, atau masalah kulit mungkin menderita intoleransi makanan atau alergi. Alergi makanan yang umum antara lain laktosa; fruktosa; ragi; dan gluten, seperti gandum.

Beberapa bahan kimia yang hadir secara alami pada makanan, seperti salisilat, dapat menciptakan intoleransi dan mempengaruhi perilaku anak-anak, menyebabkan anak gampang marah dan gelisah. Makanan tinggi salisilat meliputi tomat, zaitun, buah, buah-buahan kering, jeruk, aprikot, plum, madu, dan permen karet. Amina, yang ditemukan dalam pisang dan keju, merupakan bahan kimia lain yang dapat menyebabkan intoleransi. Alergi makanan adalah respon sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Alergi makanan bisa menjadi berbahaya, seperti dalam kasus alergi kacang.

Komentar Anda