Apakah Kita Bisa Mati Jika Tidak Tidur?

Pertanyaan sains di atas sangat menarik untuk dijawab. Kurang tidur memang dapat membuat Anda merasa sangat menderita, tetapi apakah hal itu benar-benar bisa membunuh Anda? Faktanya, meski terlalu sedikit tidur akhirnya dapat berkontribusi terhadap kematian Anda, hanya ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa Anda bisa mati segera ketika kekurangan tidur.

Tidur

Jika kekurangan tidur parah bisa membunuh Anda segera, kemungkinan itu terjadi karena penyebab tidak langsung, seperti kecelakaan mobil atau kecelakaan di tempat kerja. Menurut Harvard Medical School, hal ini disebabkan karena tetap terjaga terlalu lama akan mengubah persepsi dan penilaian, sehingga Anda lebih rentan terhadap kesalahan dan kecelakaan.

Seseorag yang tidak tidur selama 18 jam -misalkan ia bangun pukul 06:00 untuk bekerja dan begadang dengan teman-temannya sampai tengah malam- tingkat kerusakan tubuhnya sama dengan seseorang yang memiliki BAC (tingkat alkohol darah) sebanyak 0,05 persen. Jika seseorang tidak tidur selama 24 jam, kondisinya sama dengan seseorang yang memiliki BAC sebanyak 0,10 persen. Pada kondisi seperti ini, seseorang sangat mungkin mengalami kecelakaan di jalan atau di tempat kerja.

Harvard Medical School mengungkapkan, bahkan jika Anda cukup beruntung bisa lolos dari kematian jangka pendek karena kecelakaan, kurang tidur masih bisa membawa Anda pada kematian. Kurang tidur kronis dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, mulai dari obesitas, diabetes, hingga penyakit kardiovaskular

Tentu saja, kedua skenario ini mencerminkan periode terjaga yang relatif singkat -Anda masih bisa tidur, hanya kurang cukup. Tapi bagaimana jika Anda benar-benar tidak tidur? Rekor terlama manusia yang tetap terjaga di bawah pengamatan adalah 11 hari, yaitu ketika siswa Randy Gardner mencatatkan rekor ini sebagai bagian dari pameran sains. Sumber bervariasi tentang seberapa banyak kurang tidur mempengaruhi kondisi mental Gardner, namun sebagian besar setuju bahwa ia pulih dalam beberapa hari tanpa efek jangka panjang.

Di luar percobaan 11 hari Gardner tersebut, para ilmuwan hanya sedikit mengetahui berapa lama manusia bisa bertahan tanpa tidur sama sekali -karena untuk benar-benar menguji durasi ini, seseorang harus rela mati. Studi yang dilakukan pada tikus memperkirakan bahwa mereka mati setelah dua minggu tidak tidur. Studi lainnya menunjukkan bahwa beberapa tikus bisa bertahan hidup selama 32 hari. Meskipun tidak jelas apa yang menyebabkan tikus tewas, itu bisa terkait dengan melemahnya sistem kekebalan tubuh mereka, juga kerusakan otak, stres, atau bahkan hipotermia yang disebabkan oleh kurang tidur

Komentar Anda