Hubungan Cuka dengan Karbohidrat, Gula Darah, dan Insulin

Beberapa studi menunjukkan bahwa cuka dapat meningkatkan regulasi gula darah dan insulin pada penderita diabetes tipe 2 dan menurunkan risiko diabetes pada orang yang berisiko terkena diabetes. Tak satupun dari studi ini melihat penurunan berat badan sebagai titik akhir. Namun, para peneliti menyajikan tiga mekanisme efek cuka pada metabolisme karbohidrat yang dapat menjelaskan perannya dalam penurunan berat badan.

Cuka Makan

1. Menurunkan pencernaan atau penyerapan karbohidrat kompleks

Menurut setidaknya satu studi, cuka memiliki kemungkinan untuk menginaktivasi beberapa enzim yang mencerna karbohidrat dalam usus. Semakin sedikit karbohidrat diserap, asupan kalori juga akan menurun.

2. Menurunkan tingkat gula darah dan insulin

Pada studi klinis, dalam menanggapi makanan berkarbohidrat, kadar gula darah akan lebih rendah dari yang diharapkan (efek anti-glisemik). Akibatnya, kadar insulin juga lebih rendah (karena kurang dibutuhkan) dan sensitivitas insulin juga meningkat (insulin bekerja lebih baik).

3. Mengaktifkan gen yang mengatur metabolisme karbohidrat

Cuka dapat mengaktifkan atau menonaktifkan gen sehingga lebih banyak pati atau amilum yang disimpan di hati dan otot, dan jaringan lain menggunakan lebih banyak glukosa (glikolisis). Perubahan ini membantu menjaga tingkat gula darah tetap konstan dan insulin tetap rendah serta menyebabkan lebih banyak lemak digunakan untuk membuat gula (glukoneogenesis).

Kesimpulan dari studi pada pencernaan, penyerapan, dan metabolisme karbohidrat serta regulasi gula darah dan insulin adalah semakin sedikit glukosa yang tersedia untuk bahan bakar. Sebaliknya, lemak digunakan untuk membuat gula (glukoneogenesis) dan dibakar menjadi bahan bakar (lipolisis) yang menyebabkan hilangnya lemak tubuh dan berat badan.

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa mengonsumsi cuka sebelum atau saat makan dapat menurunkan peningkatan gula darah dan insulin yang didapat setelah makan makanan berkarbohidrat (efek anti-glisemik).

1. Satu studi yang dilaporkan dalam European Journal of Clinical Nutrition pada tahun 1995 menemukan bahwa lima subjek tes (sehat) yang diberi cuka saat makan memiliki respon gula darah lebih rendah selama 95 menit pengukuran setelah mengonsumsi cuka daripada ketika diberi cairan kontrol.

2. Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care membagi peserta menjadi tiga kelompok: satu kelompok dengan gula darah normal, satu kelompok beresiko diabetes, dan kelompok ketiga dengan diabetes tipe 2. Para peserta dalam setiap kelompok yang mengonsumsi empat sendok teh cuka sebelum makan mengalami peningkatan lebih rendah dari glukosa darah dan insulin dua jam setelah makan makanan berkarbohidrat tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi cuka.

3. Studi ketiga yang melibatkan 30 orang dewasa sehat dalam Annals of Nutrition and Metabolism pada tahun 2010 oleh penulis yang sama menunjukkan bukti lebih lanjut bahwa mengonsumsi dua sendok teh cuka dengan makanan berkarbohidrat menurunkan peningkatan gula darah setelah makan.

Komentar Anda