Ji Chang-wook “Healer” Malu Tiap Kali Dipuji Aktingnya

Aktor Ji Chang-wook dari drama KBS Healer mengatakan bahwa ia merasa canggung dan malu setiap kali seseorang memuji kemampuan aktingnya. Tak seperti kebanyakan aktor muda Korea lainnya, Chang-wook tidak sombong dan tidak mengandalkan sensasi untuk meningkatkan popularitasnya. Sebaliknya, sejak debutnya pada tahun 2008 dalam film Sleeping Beauty, ia telah berakting dalam banyak drama termasuk serial kolosal untuk menambah pengalamannya dalam industri hiburan.

Ji Chang-wook
Ji Chang-wook

Bahkan setelah drama tahun 2011 Smile Again, peran utama pertamanya di mana Chang-wook harus memerankan karakter anak yang merawat ibunya yang memiliki gangguan mental, menjadi populer, ia terus menguji dirinya sendiri dengan bermain sebagai penjahat dalam drama akhir pekan Five Fingers. Ia juga mulai menjangkau dunia panggung dengan berakting dalam drama musikal, Thrill Me.

Dalam drama Healer, yang berakhir awal bulan ini, ia memerankan dua karakter yang sangat berbeda, yang membuatnya menuai banyak pujian atas kemampuan aktingnya.

“Saya benar-benar merasa malu setiap kali saya mendengar sesuatu seperti ini, dan saya tidak tahu bagaimana harus bereaksi,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Ilgan Sports, afiliasi Korea JoongAng Daily.

“Saya adalah orang yang akan merasa lebih canggung jika mendapatkan pujian,” katanya sambil tertawa. Berikut petikan wawancaranya.

T: Tidakkah sulit untuk memerankan dua karakter yang berbeda?

J: Itulah sebabnya saya harus berpikir keras. Itu bukan karena saya sedang memerankan karakter ganda, melainkan karakter yang saya mainkan (seolah-olah ia adalah orang lain). Hal paling sulit yang harus saya atasi adalah seberapa banyak perubahan yang harus saya tunjukkan dari karakter kedua dibandingkan dengan karakter asli yang saya mainkan. Saya khawatir jika saya membuat keduanya sama sekali berbeda, kedua karakter itu tidak akan (menonjol). Tapi sutradara menyarankan pada saya untuk melakukannya dan saya pikir kesenjangan antara dua karakter itu sebenarnya lebih menyenangkan untuk penonton.

T: Bagaimana rasanya berlatih untuk adegan laga?

J: Ini jelas banyak membantu saya. Ketika Anda bermain film, ada gerakan tepat yang sudah ditetapkan untuk membuat adegan laga, tetapi ketika Anda bermain drama, ada banyak kasus di mana kita harus berimprovisasi.

T: Sepertinya Anda telah berusaha selangkah demi selangkah untuk mendapatkan berbagai pengalaman dengan berakting dalam genre yang berbeda. Apakah Anda merencanakan itu?

J: Terus terang, saya tidak merencanakannya. Pada awalnya saya pikir semua orang hanya mendapat kesempatan untuk memainkan peran utama ketika mereka melakukan debut. Itu sangat bodoh menurut saya. Melihat ke belakang, saya pikir apa yang saya lakukan, melakukan berbagai hal selangkah demi selangkah, benar-benar apa yang saya butuhkan. Saya bangga dengan apa yang telah saya lakukan.

T: Apakah Anda pernah mengalami kesulitan?

J: Saya mengalaminya ketika syuting Smile Again. Drama itu berjalan dengan baik, tapi saya tidak puas dengan akting saya. Saya terus bertanya-tanya apakah saya cukup berbakat dan apakah saya harus berhenti melakukan ini. Lalu saya mendapat nasihat -tidak ada aktor yang secara alami berbakat. Itu semua tergantung pada seberapa baik Anda menunjukkan pesona Anda dan seberapa banyak Anda belajar untuk melakukan yang terbaik.

Komentar Anda