Monyet Bisa Dilatih Mengenali Diri Sendiri di Cermin

Bagi manusia dan kera, kecerdasan datang secara alami -homo sapiens dan nenek moyang berbulu mereka secara otomatis bisa mengenali diri mereka di cermin. Hal yang sama tidak berlaku pada monyet. Namun penelitian baru menunjukkan monyet rhesus dapat dilatih melihat cermin. Para ilmuwan mengatakan penemuan ini bisa membantu mereka lebih memahami asal-usul saraf kesadaran diri.

Monyet dan Cermin
(theblankbook.com.au)

“Temuan kami menunjukkan bahwa otak monyet memiliki ‘hardware’ dasar (untuk mengenali diri di cermin), tetapi mereka perlu pelatihan yang tepat untuk mendapatkan ‘software’ untuk mencapai pengenalan diri,” jelas Neng Gong, peneliti di Chinese Academy of Sciences.

Para ilmuwan mencoba untuk menentukan apakah monyet bisa mengembangkan pengenalan cermin sebelumnya, tapi tidak ada yang berhasil. Dalam studi terbaru, para peneliti menyinari wajah monyet dengan laser -iritasi ringan dimaksudkan untuk memacu spesimen menggunakan cermin untuk keuntungan mereka sendiri. Setelah beberapa minggu pelatihan, monyet mulai mengenali wajah dan laser mereka di cermin, menggerakkan tangan mereka ke tempat laser, dan kemudian sering menciumi jari-jari mereka -menunjukkan pengenalan dirinya di cermin.

Setelah perilaku itu dipelajari, banyak monyet mampu menggunakan cermin dalam berbagai cara lainnya untuk menyelidiki bagian lain dari tubuh mereka. Monyet rhesus adalah monyet yang paling cepat menyerap latihan ini dan tetap penting untuk ilmuwan yang bekerja untuk lebih memahami jalur saraf yang mengatur kognisi manusia.

Para peneliti berharap penemuan ini akan memungkinkan mereka untuk lebih mengeksplorasi mekanisme saraf yang memungkinkan pembelajaran pengenalan cermin -eksplorasi yang bisa mengarah pada pengobatan untuk pasien yang karena gangguan otak seperti cacat intelektual, autisme, skizofrenia, dan penyakit Alzheimer, tidak dapat mengenali diri mereka di cermin.

“Meskipun gangguan pengenalan diri pada pasien menyiratkan adanya kekurangan kognitif/neurologis pada mekanisme otak pengenalan diri, temuan kami meningkatkan kemungkinan bahwa kekurangan tersebut dapat diperbaiki melalui pelatihan,” tulis para peneliti dalam makalah mereka yang baru diterbitkan. “Bahkan pemulihan parsial terhadap kemampuan pengenalan diri bisa diharapkan.”

Komentar Anda