Bill Gates Minum Air Olahan dari Kotoran Manusia

Minuman botolan Fiji konon berasal dari sumur bor di Viti Levu. Deer Park awalnya dikemas dari mata air dekat perbatasan Maryland dan Virginia. Tetapi jika pendiri Microsoft Bill Gates menjadi perintisnya, banyak orang di seluruh dunia akan mau menikmati kesegaran sumber daya alam dari hal yang menjijikkan namun juga umum, kotoran manusia.

Bill Gates Minum Air Kotoran

Diolah dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan sebagai bagian dari proyek Omniprocessor Gates Foundation, kotoran manusia juga bisa menghasilkan listrik dan abu, yang memungkinkan Omniprocessor untuk membangkitkan energi bagi mereka sendiri dan masyarakat sekitar.

Adapun mengenai air itu sendiri, Gates mengatakan “Terasa sebaik (air) apapun yang pernah saya minum dari botol. Dan setelah mempelajari rekayasa di balik itu, saya akan dengan senang hati meminumnya setiap hari. Ini aman.”

Omniprocessor dibangun oleh perusahaan rekayasa yang berbasis di Washington, Janicki Bioenergi. Di sanalah Gates dengan antusias mengambil sampel air dari proyek.

“Saya melihat tumpukan kotoran naik di atas ban berjalan dan dijatuhkan ke dalam wadah besar,” jelas Gates di blog pribadinya. “Mereka berjalan melalui mesin, direbus, dan diolah. Beberapa menit kemudian saya mengambil hasil akhirnya: Segelas air minum yang lezat.”

Gates melihat proyek ini sebagai harapan bagi masyarakat dunia ketiga yang kekurangan air bersih di mana toilet modern mustahil dibuat karena buruknya infrastruktur fisik sistem pembuangan limbah di seluruh kota. Janicki akan membuka fasilitas percontohan di Senegal di tahun 2015 dengan harapan bisa menarik investor dari seluruh dunia.

Sekitar 1.400 anak di bawah lima tahun meninggal dunia setiap hari karena penyakit yang disebabkan kurangnya air minum, menurut UNICEF. Angka kematian itulah yang oleh Gates diharapkan bisa dikurangi Omniprocessor, jika mereka mampu menarik perhatian investor swasta.

“Jika semuanya berjalan dengan baik di Senegal, kami akan mulai mencari mitra di negara berkembang. Misalnya saya pikir itu bisa sangat cocok di India, di mana ada banyak pengusaha yang bisa memiliki dan mengoperasikan prosesor, serta perusahaan dengan keterampilan untuk memproduksi banyak komponen mesin.”

Komentar Anda