Pada 2050, 10 Juta Orang Tewas Per Tahun Karena Antibiotik

Secara teori, meresepkan antibiotik adalah hal yang baik. Mana mungkin mengurangi jumlah kuman adalah hal yang buruk? Namun dalam prakteknya, terlalu sering menggunakan antibiotik dapat mengundang bencana medis. Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh pemerintah Inggris, pada tahun 2050 10 juta orang akan meninggal setiap tahun karena kegagalan antibiotik. Berapa biayanya secara global? Delapan triliun dolar per tahun.

Gambar Antibiotik

Meski demikian, bukan berarti bahaya ini belum ada saat ini. Laporan tersebut memperkirakan bahwa 700.000 orang meninggal dunia setiap tahun akibat kuman yang telah menjadi resisten terhadap antibiotik. Namun, itu menjadi pengingat serius akan ancaman yang lebih besar jika masalah ini dibiarkan tak terselesaikan.

Secara sains, masalah dengan antibiotik disebabkan mikroba yang selalu berkembang. Kuman yang diserang terlalu banyak akan mulai mengembangkan resistensi alias kekebalan.

Meskipun kecepatan penemuan antibiotik baru menurun, menurut laporan itu, penggunaan antibiotik secara keseluruhan meningkat. Hal ini tidak hanya berlaku pada manusia -80% antibiotik AS digunakan oleh industri daging. Walau kelompok industri menyebut praktek tersebut aman, penelitian ilmiah menunjukkan adanya bahaya kuman kebal yang bergerak dari hewan ke manusia. Meski FDA telah membuat sejumlah upaya untuk mengekang antibiotik yang digunakan pada ternak, sebagian besar merupakan pedoman sukarela ketimbang aturan yang keras dan cepat.

Dampaknya tidak akan terasa merata di seluruh dunia, menurut laporan itu. “Negara-negara tertentu yang berisiko adalah India, Nigeria, dan Indonesia (malaria) dan Rusia (TB),” tulis para peneliti. “Selain itu, jika malaria dan resistensi obat HIV tidak ditangani, Afrika sebagai sebuah benua akan sangat menderita, dan dampak HIV yang melemahkan dan komorbiditas TB yang sudah terlihat di banyak negara termiskin di dunia kemungkinan akan bertambah buruk.”

Karena kuman selalu berkembang terhadap antibiotik, maka hanya ada dua pilihan. Salah satunya adalah dengan terus mengembangkan antibiotik baru seolah seperti mengikuti semacam perlombaan senjata dengan bakteri dan virus. Pilihan lain adalah dengan menggunakan antibiotik secara jarang untuk memperlambat laju resistensi dan membuat antibiotik yang kita miliki tahan lebih lama.

Pilihan kedua adalah cara yang lebih realistis daripada yang pertama. Sebuah studi dari tahun lalu menemukan bahwa antibiotik diresepkan pada anak-anak dua kali lebih sering daripada yang mereka dibutuhkan, membuat sebanyak 11 juta resep sia-sia dalam setahun. Dan penggunaan antibiotik pada peternakan telah melonjak, menurut Mother Jones, dari 20 juta pound pada tahun 2003 menjadi hampir 30 juta pound pada tahun 2011.

Dengan meminta dokter untuk mengurangi resep antibiotik -dan menekan industri daging untuk mengurangi penggunaan antibiotik pada hewan ternak- kita bisa menurunkan perkiraan korban meninggal dunia tahunan 10 juta jiwa. Dan jika tidak, kita bisa menuju era baru yang menakutkan di dunia kedokteran.

Komentar Anda