Ini Dia Penyebab Krisis Cokelat yang Melanda Dunia

Kabar buruk bagi para pecinta cokelat. Pasalnya, saat ini dunia sedang dilanda kekurangan cokelat. Ya, kita sedang defisit cokelat. Menurut laporan yang dirilis Mirror, tahun lalu dunia mengonsumsi sekitar 70.000 ton lebih kakao, melebihi jumlah yang diproduksi. Dan saat ini kita dalam pergolakan defisit cokelat terpanjang berturut-turut selama lebih dari 50 tahun terakhir.

Krisis Cokelat

Sebagai gambarannya, ada 11 gram kakao per 220 gram batang coklat. Jadi… itu sama dengan 6.363.636.364 batang cokelat Dairy Milk. Merek cokelat terkemuka, Mars Inc dan Bary Callebaut AG, telah meramalkan bahwa kekurangan ini akan meningkat menjadi 1 juta metrik ton pada tahun 2020 dan mencapai 2 juta pada tahun 2030. Wow!

Alasan utamanya jelas karena kita gemar makan cokelat. Tapi juga ada beberapa alasan lain:

  • Di Pantai Gading dan Ghana, di mana lebih dari 70% kakao dunia dihasilkan, cuaca kering telah menghancurkan tanaman kakao. Dan pemanasan global semakin memperburuknya; temperatur akan meningkat di sana hingga 2 derajat Celcius pada tahun 2050.
  • Sebuah penyakit yang disebut Frosty Pod juga telah menyapu bersih antara 30% sampai 40% produksi kakao dunia.
  • Dunia semakin kekurangan cokelat karena China terus mengimpor lebih banyak cokelat setiap tahunnya. Dan meskipun mereka hanya mengkonsumsi sekitar 5% per kapita dari yang dikonsumsi orang Barat, angka itu semakin meningkat.
  • Petani kakao tidak mendapat banyak keuntungan dari berjualan kakao sehingga mereka pindah ke tanaman lain yang lebih menguntungkan, seperti karet.

Imbasnya jelas, harga cokelat semakin mahal. Dari tahun 1993 hingga 2007, harga kakao telah meningkat dari 1.465 dolar AS/ton menjadi 2.736 dolar AS/ton, atau naik 87%.

Bagaimana kita mengatasinya?

Para ilmuwan mencoba untuk menyelamatkan komoditas cokelat dunia dengan pembibitan kakao baru secara selektif yang dirancang agar bebas penyakit.

Sayangnya, sulit untuk membudidayakan kakao secara selektif seperti tanaman lain karena membutuhkan waktu yang lama untuk tumbuh. Bibit kakao memakan waktu setidaknya 2 tahun untuk menghasilkan buah dan 10 tahun untuk menunjukkan sifat yang layak dibudidayakan. Sebagai perbandingan, petani jagung dapat membudidayakan tiga generasi jagung baru dalam satu tahun.

Gawat juga ya…

Komentar Anda