24 Pelabuhan Siap Dibangun Jokowi dalam 5 Tahun

Jokowi Bangun Pelabuhan
Foto: news.detik.com

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan ia berencana untuk mengembangkan 24 pelabuhan laut dalam lima tahun ke depan masa pemerintahannya.

“Ya, kami berencana untuk mengembangkan 24 pelabuhan laut dalam lima tahun ke depan dan itulah sebabnya kami mengunjungi Tianjin karena pelabuhan di sini adalah yang terbesar dan telah memiliki cetak biru untuk pembangunan 50 sampai 100 tahun ke depan,” katanya dalam kereta yang membawanya dari kunjungan ke Tianjin ke Beijing, Minggu.

Jokowi mengatakan kunjungan ke Tianjin penting berkaitan dengan informasi tentang pembangunan daerah. Ia juga memuji perkembangan cepat dan program industrialisasi terencana Tianjin.

“Tianjin mampu tumbuh sangat cepat karena didukung oleh industri, pelabuhan, pembangkit listrik, infrastruktur, transportasi, dan fasilitas lainnya. Inilah yang kami cari. Kami akan menerapkannya di dalam negeri,” katanya.

Presiden Jokowi saat ini berada di China untuk menghadiri KTT Asia Pacific Economic Cooperation Forum (APEC). Mengenai pembangunan pelabuhan di Indonesia, Presiden Jokowi mengatakan investasi untuk itu akan dimulai tahun depan.

Jokowi mengatakan dirinya akan mendorong investor swasta dan perusahaan milik negara untuk melaksanakannya. Namun jika tidak siap ia mengatakan akan menggunakan dana dari anggaran. Jokowi memperkirakan dana untuk pembangunan proyek tersebut mencapai 70 triliun rupiah.

Ia mengatakan pelabuhan yang akan dikembangkan nanti sebaiknya diintegrasikan dengan pembangkit listrik dan zona industri sehingga biaya produksi bisa dibuat lebih rendah atau efisien dan kompetitif.

“Inilah sebabnya mengapa produk mereka (China) sejauh ini sangat kompetitif, murah, dan efisien, dan ini juga menjadi hal yang selalu ingin kita ketahui sejauh ini. Hal ini karena pelabuhan, pembangkit listrik, dan zona industri yang terintegrasi,” katanya.

Tianjin yang dihuni oleh sekitar 14,1 juta orang adalah rumah bagi industri penting seperti industri petrokimia, tekstil, mobil, dan besi. Pelabuhannya juga yang terbesar di wilayah utara negara tersebut dan menjadi akses maritim paling penting bagi Beijing

Komentar Anda