Gunung St. Helens dan Mitos Penciptaan yang Menyelimutinya

Letusan Gunung St. Helens di tahun 1980 adalah salah satu letusan gunung berapi terkuat yang pernah tercatat dalam sejarah. Peristiwa itu didahului oleh tanah longsor paling merusak yang pernah ada. Gunung St. Helens merupakan puncak gunung berapi di negara bagian Washington, Amerika Serikat.

Letusan Gunung St. Helens

Gunung ini dikenal sebagai ‘Gunung Fuji dari Amerika’ karena puncaknya tertutup salju, yang membuatnya tampak mirip dengan Gunung Fuji di Jepang. Meskipun ada kesamaan ini, letusan Gunung St. Helens tahun 1980 membuatnya menjadi perhatian dunia.

Ini adalah letusan yang paling merusak dalam sejarah Amerika; dan pastinya merupakan salah satu letusan gunung berapi paling dahsyat yang pernah dicatat manusia. Situs ini terkenal karena sering mengeluarkan aktivitas vulkanik bahkan sampai hari ini. Pemukim Eropa awal mengamati banyak letusan di abad ke-18, dan mitologi asli Amerika memiliki cerita-cerita mitos seputar gunung berapi itu.

Suku Klickitat mengacu pada sebuah legenda yang dikenal sebagai ‘Jembatan para Dewa’, yang berkaitan dengan letusan St. Helens dan gunung-gunung lainnya di pegunungan Cascade. Diyakini bahwa kepala dewa-dewa mereka, Tyhee Saghalie, pergi mencari daratan yang cocok bersama dengan dua putranya, Pahto dan Wy’east.

Ketika mereka sampai di daerah indah yang dikenal sebagai Dalles, perkelahian antara anak-anaknya terjadi tentang siapa yang akan tinggal di sana. Tyhee Saghalie menembakkan dua panah, satu ke utara dan yang lainnya ke selatan, untuk menandai wilayah mereka. Pahto mengikuti panah ke utara, sementara Wy’east pergi arah panah ke selatan.

Mereka segera jatuh cinta dengan seorang gadis cantik bernama Loowit, dan ketika ia tidak bisa memutuskan siapa yang harus dinikahi, mereka kembali berperang satu sama lain, menghancurkan gunung, hutan, dan jembatan dalam prosesnya.

Untuk memberi mereka pelajaran, Tyhee Saghalie mengubah masing-masing dari mereka menjadi gunung, dan kecantikan Loowit berubah menjadi gunung St. Helens, yang dikenal sebagai ‘gunung berasap’ oleh penduduk asli.

Tahukah Anda?

Letusan Gunung St. Helens tahun 1980 400 kali lebih kuat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima selama Perang Dunia Kedua.

Komentar Anda