Benarkah Adolf Hitler Pernah Kecanduan Narkotika?

Dugaan bahwa Adolf Hitler kecanduan narkoba, menderita hipokondria ekstrim dan penyakit Parkinson akan dikupas dalam sebuah film dokumenter televisi yang mengklaim memberikan penjelasan baru tentang kondisi sang Fuhrer.

Pidato Adolf Hitler

Kesehatan mental dan fisik Hitler memburuk menjelang akhir Perang Dunia II, menurut catatan medis yang diambil oleh dokternya, Dr. Theodor Morell, dan ia menjadi tergantung pada suntikan methamphetamine, obat penghilang rasa sakit berbasis morfin, dan zat lain untuk tetap membantunya bertahan dari hari ke hari.

Pembuat film berjudul Hitler’s Hidden Drug Habit, yang tayang hari Minggu di Channel 4 Inggris, mengatakan akan memberikan wawasan segar hingga tingkat kematiannya berdasarkan analisis baru pada buku harian. “Dengan menggunakan catatan (Morell) kami menunjukkan bagaimana Hitler, pria itu, tidak siap untuk menjadi seorang Fuhrer,” kata J.B. Waddell, perusahaan produksi di balik film dokumenter itu. Film ini juga akan berisi rekaman langka yang menunjukkan Hitler menderita tremor parah. Seorang ahli saraf mengatakan pada para pembuat film bahwa ini adalah bukti bahwa Hitler mengidap penyakit Parkinson stadium lanjut.

Kebiasaan Hitler mengonsumsi methamphetamine sebelumnya telah diperiksa oleh para ahli. Dr. Derek Doyle, penulis makalah untuk Royal College of Physicians of Edinburgh pada tahun 2005, mengatakan, “Tidak ada keraguan bahwa (Morell) memberikan glukosa intravena dan Pervitin (methamphetamine) pada Hitler setiap kali ia membutuhkan pendongkrak, dan terutama sebelum ia berpidato di depan ribuan pendukungnya.”

Komentar Anda