Fakta dan Kisah Tentang Letusan Gunung Tambora

Salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah manusia terjadi pada tahun 1815 di Gunung Tambora, yang terletak di pulau Sumbawa, Indonesia. Letusan dahsyat gunung berapi ini merenggut sebanyak 117.000 nyawa di Indonesia saja, dan kemudian menewaskan ratusan ribu orang di seluruh belahan bumi utara.

Foto letusan gunung Tambora
sumber: tambora.net

Sekitar pukul 07.00 pada tanggal 10 April 1815, Gunung Tambora meletus. Letusan super kolosal ini menyebabkan tsunami setinggi 4,8 meter di sepanjang pantai Indonesia. Muntahan lahar panas mencapai kecepatan 200 km/jam dan segera menewaskan 10.000 orang di sepanjang perjalanannya. Letusan gunung berapi Gunung Tambora terus berlanjut sampai tanggal 15 Juli 1815.

Pada musim panas 1816, abu vulkanik padat dari letusan Gunung Tambora bergerak ke langit di belahan bumi utara. Kabut abu-abu tebal ini menghalangi sinar matahari mencapai muka bumi di bawahnya. Hal ini membuat suhu turun sangat rendah dan menyebabkan tanaman membeku, gagal panen, kelaparan, penyakit, dan kematian di seluruh Eropa dan Amerika Utara. Sejarawan menyebut peristiwa terisolasi ini sebagai “Tahun tanpa musim panas.”

Pada tahun 1920, ahli iklim Amerika, William Humphreys, tercatat namanya setelah menemukan hubungan antrara kondisi cuaca ekstrim belahan bumi utara dengan abu vulkanik di udara dari Gunung Tambora ini.

Setelah letusan gunung berapi Tambora, lapisan abu tebal merusak tanaman di pulau Bali, Lombok, Sulawesi, dan Sumbawa. Kelaparan yang terjadi di seluruh Indonesia menjelma begitu parah. Banyak penghuni pulau yang terpaksa menjual diri sebagai budak pada para pedagang dan menyerahkan anak-anak mereka untuk ditukarkan dengan beras.

0 thoughts on “Fakta dan Kisah Tentang Letusan Gunung Tambora

  • 12/31/2014 at 4:17 pm
    Permalink

    foto nya serem banget si sampek merinding liat nya

    Reply

Komentar Anda