Profil Negara Kepulauan Eksotis, Kiribati

Kiribati adalah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik tengah. Meskipun berpenduduk sedikit dan ukurannya relatif kecil, pulau-pulau itu tersebar di hamparan luas Pasifik berukuran sekitar 5.000.000 kilometer persegi. Kiribati dulunya merupakan koloni Inggris, pertama sebagai bagian dari Kepulauan Gilbert dan Ellice, kemudian bagian dari Kepulauan Gilbert, dan akhirnya memperoleh kemerdekaannya pada tahun 1979.

Foto Negara Kiribati

Penduduk

Penduduk Kiribati sebagian besar adalah orang Mikronesia, tetapi beberapa di antaranya berasal dari Polinesia, campuran Mikronesia dan Polinesia, dan keturunan Eropa. Pulau terpadat adalah Tarawa, pusat pemerintahan negara. Satu kelompok etnis berbeda yang dikenal sebagai Banaban pernah hidup di Banaba (Pulau Samudera). Mereka kemudian pindah ke Rambi, di kepulauan Fiji, karena pertambangan fosfat telah menyebabkan pulau rumah mereka menjadi tidak layak huni.

Agama, Bahasa, dan Pendidikan

Kebanyakan orang Kiribati bergama Kristen, terbagi rata antara pemeluk Katolik Roma dan Protestan. Bahasa Inggris adalah bahasa resmi, tetapi sebagian besar orang berbicara dalam bahasa Gilbert (I-Kiribati), bahasa Mikronesia. Pendidikan dasar gratis untuk semua anak yang berusia antara 6 dan 15 tahun. Sebagian besar sekolah dahulu dijalankan oleh misionaris, tetapi secara bertahap diambil alih oleh pemerintah. Ada cabang Universitas Pasifik di Bikenibeu, di pulau Tarawa. Banyak siswa berkuliah di luar negeri melalui beasiswa pemerintah.

Cara Hidup

Sebagian besar orang tinggal di desa-desa kecil yang dibangun di sekitar balai masyarakat. Beberapa generasi dari sebuah keluarga biasanya hidup bersama, dan orang-orang biasanya memiliki tanah tempat mereka tinggal. Rumah-rumah di pulau yang lebih urban, Tarawa, sering dibangun dari batako dengan atap aluminium.

Wilayah

Pulau-pulau Kiribati adalah atol, yakni pulau-pulau karang yang terdiri atas karang yang mengelilingi laguna. Ada tiga kelompok pulau: 17 Kepulauan Gilbert (termasuk Banaba), 8 Kepulauan Line, dan 8 Kepulauan Phoenix. Banyak pulau-pulau di Kepulauan Phoenix dan Line tidak berpenghuni. Pulau Christmas (Kiritimati), di Kepulauan Line, adalah pulau terbesar di Kiribati dan merupakan salah satu atol terbesar di dunia.

Iklim Kiribati sangat nyaman, dengan suhu tahunan rata-rata sekitar 27 °C. Hujan biasanya turun secara singkat, terkadang sangat deras dan bervariasi dari pulau ke pulau. Beberapa pulau mengalami periode kekeringan.

Ekonomi

Sebagian besar orang Kiribati menangkap ikan atau menanam tanaman pangan untuk kebutuhan mereka sendiri. Tanaman utama adalah kelapa, sukun, pisang, dan pepaya. Babi dan unggas diternak. Kopra (daging kelapa kering) adalah ekspor utama.

Pemerintah mendorong pertumbuhan penangkapan ikan komersial. Kingfish, ikan kakap, dan tuna adalah salah satu dari banyak jenis ikan yang berlimpah di perairan sekitar pulau-pulau Kiribati. Udang diternak secara komersial di Pulau Christmas. Industri lokal meliputi pengolahan makanan dan minuman, konstruksi, pembuatan mebel, kerajinan, dan pembuatan kapal.

Batuan fosfat, sumber pupuk, ditambang untuk diekspor di Banaba selama hampir 75 tahun. Pengiriman terakhir dari fosfat terjadi pada tahun 1979. Fosfat diyakini ada di pulau-pulau lain tetapi belum ditambang.

Sejarah dan Pemerintah

Kiribati diduga dihuni pertama kali oleh orang-orang dari pulau-pulau Pasifik lainnya. Orang-orang Eropa pertama yang melihat pulau-pulau ini adalah penjelajah Spanyol di tahun 1500-an dan 1600-an. Inggris menemukan kembali pulau-pulau itu pada tahun 1700-an. Pulau-pulau dari kelompok Gilbert diberi nama sesuai nama kapten laut Inggris, Thomas Gilbert.

Pemukim non-pribumi pertama adalah para pelaut dari kapal penangkapan ikan paus Amerika dan Inggris, yang tiba di daerah tersebut pada pertengahan 1800-an. Mereka diikuti oleh misionaris yang menyebarkan agama Kristen. Perdagangan minyak kelapa dan kopra segera berkembang.

Pada tahun 1877, Kantor Komisaris Tinggi Inggris untuk Pasifik Barat dibentuk untuk mengelola pulau-pulau itu. Inggris secara resmi menganeksasi berbagai pulau di wilayah ini selama bertahun-tahun. Koloni Kepulauan Gilbert dan Ellice dibentuk pada tahun 1916. Beberapa pulau diduduki oleh Jepang selama Perang Dunia II. Tarawa merupakan tempat pertempuran utama dalam perang itu.

Selama tahun 1970-an penduduk pulau diberi kuasa atas urusan mereka sendiri. Kepulauan Ellice terpisah pada tahun 1974 dan diberi nama Tuvalu, yang merdeka pada tahun 1978. Kepulauan Gilbert merdeka sebagai Republik Kiribati pada tahun 1979. Pada tahun 1983, pemerintah Kiribati membeli tanah di pulau Washington (Teraina) dan Fanning (Tabuaeran) di Kepulauan Line Utara. Tanah itu sebelumnya dimiliki oleh sebuah perusahaan kopra swasta.

Pemerintah Kiribati mencakup presiden terpilih. Presiden berfungsi sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan dan menunjuk kabinet dari kalangan anggota legislatif, Dewan Majelis. Satu kursi di legislatif disediakan untuk masyarakat Banaban. Kiribati menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1999.

Komentar Anda