Profil dan Sejarah Negara Gabon

Gabon adalah sebuah negara kecil yang terletak di garis khatulistiwa di pantai Atlantik Afrika. Sebagai bekas koloni Perancis, Gabon merdeka pada tanggal 17 Agustus 1960.

Foto kota Libreville di Gabon

Penduduk

Orang-orang Gabon berasal dari berbagai kelompok etnis yang berbeda. Etnis Fang, kelompok terbesar, hidup terutama di utara. Tapi mereka tersebar di seluruh negeri. Etnis Eshira dan Bapounou hidup di selatan dan timur.

Etnis Omiéné, sekelompok suku kecil, adalah yang pertama berhubungan dengan orang Eropa. Mereka tinggal di sepanjang pantai dan di wilayah Sungai Ogooue atas di sekitar Franceville dan berpusat di Lambaréné, Libreville, dan Port-Gentil. Etnis Bakota dari timur laut terkenal karena ukiran kayu mereka, terutama yang terbuat dari kayu eboni. Beberapa kelompok Pygmy tinggal di hutan selatan.

Bahasa Perancis adalah bahasa resmi Gabon. Tapi bahasa asli, seperti bahasa Fang, Myene, Nzebi, Bapounou/Eschira, dan Bandjabi juga diucapkan. Mayoritas orang Gabon beragama Kristen. Banyak orang juga memeluk agama tradisional.

Gabon menyediakan pendidikan gratis, tapi sekolah tidak didanai dengan baik oleh pemerintah dan guru yang tersedia terlalu sedikit. Hanya lebih dari 50% siswa sekolah dasar yang lulus ke sekolah menengah. Kurang dari dua pertiga warga Gabon yang berusia di atas usia 15 tahun bisa baca tulis. Gabon memiliki dua lembaga utama pendidikan tinggi, Omar Bongo University di Libreville dan University of Technical Sciences di Franceville.

Sebagian besar dari 1,6 juta penduduk Gabon tinggal di kota-kota pesisir besar Libreville dan Port-Gentil. Selain itu, mereka juga tinggal di pemukiman di sepanjang sungai dan di perbukitan utara. Orang-orang di pedalaman biasanya hidup di desa-desa yang diperintah oleh seorang kepala daerah. Otoritas atas sekelompok desa dipegang oleh seorang pemimpin agama atau marga. Orang Fang pedesaan tinggal di rumah dengan dinding dari bonggol jagung dan atap jerami. Anyaman tikar dari alang-alang berfungsi sebagai penutup jendela. Kebanyakan desa memiliki beberapa tempat bernaung di pinggir jalan yang berfungsi sebagai tempat berkumpul.

Bentang Alam

Gabon berbatasan dengan Kamerun dan Guinea Khatulistiwa di utara, Republik Kongo di timur dan selatan, dan Samudra Atlantik di barat. Kebanyakan wilayah Gabon rendah dan berawa. Dataran tinggi yang luas dan beberapa pegunungan rendah naik di utara, tenggara, dan tengah negara. Ada dua musim hujan, dari Maret hingga Mei dan Oktober hingga Desember.

Gorila, kuda nil, monyet, singa, macan kumbang, kerbau, dan gajah pygmy adalah sebagian hewan yang ditemukan di Gabon. Namun, hanya ada sedikit hewan domestik karena lalat tsetse penyebab penyakit kerap menyerang ternak dan kuda serta manusia.

Ekonomi

Petani Gabon menanam singkong, pisang, dan ubi jalar (makanan paling populer) di lahan bekas hutan dan di sekitar desa mereka. Tanaman pangan lainnya meliputi jagung, alpukat, nanas, dan mangga. Beberapa biji kakao, kopi, dan kacang tanah ditanam untuk diekspor. Hewan hutan diburu untuk diambil dagingnya. Anak-anak sering pergi bersama untuk berburu atau mencari ikan. Ikan konsumsi ditangkap di banyak sungai dan sepanjang pantai Gabon.

Gabon memiliki cadangan utama beberapa mineral penting. Deposito mangaannya adalah salah satu yang terkaya di dunia. Mangaan, uranium, besi, dan emas ditambang di pedalaman. Sungai Ogooue dan cabangnya, sistem jalan raya yang luas, dan jalur kereta api Trans-Gabon adalah tiga sarana utama untuk mengangkut mineral dan kayu Gabon dari pedalaman ke pantai.

Minyak, ditemukan di sepanjang pantai, sejauh ini adalah ekspor paling penting bagi negeri ini. Gas alam, kayu, dan kayu lapis juga diekspor. Ketergantungan yang besar pada pendapatan minyak menyebabkan Gabon mengabaikan industri lainnya. Rendahnya investasi di bidang pertanian memaksa Gabon untuk mengimpor banyak makanan.

Pengembangan sumber daya alam Gabon telah meningkat sejak pertengahan tahun 60-an. Imbasnya, Gabon menjadi salah satu negara terkaya di Afrika, dengan prospek pertumbuhan lebih lanjut. Namun, kekayaan tidak terbagi merata, dengan sekelompok kecil orang menguasai hampir semua pendapatan negara. Akibatnya, sebagian besar orang Gabon miskin. Mereka tidak mampu membayar makanan, perawatan kesehatan, pendidikan, dan barang-barang dan jasa lain yang mereka butuhkan. Mereka hanya sedikit lebih sehat dan hidup sedikit lebih panjang dari orang-orang yang tinggal di negara-negara Afrika lainnya yang lebih miskin.

Kota-kota Besar

Libreville, sebuah kota besar dan modern, adalah ibu kota dan pelabuhan utama Gabon. Kota ini terletak di utara khatulistiwa. Port-Gentil, kota terbesar kedua dan pelabuhan di negara itu, terletak di sebuah pulau dekat muara Sungai Ogooue. Kota Lambarene terletak lebih jauh ke pedalaman di Sungai Ogooue. Di sana, Albert Schweitzer, seorang dokter, sarjana, dan musisi, mengoperasikan rumah sakit selama lebih dari 50 tahun.

Pemerintah dan Sejarah

Orang Eropa tiba di daerah Gabon modern pada tahun 1472 di bawah komando kapten Portugis Lopes Gonsalvo dan Fernan Vaz. Sedikit yang diketahui tentang Gabon sebelum tanggal itu karena orang-orang dari daerah ini tidak punya cara untuk menuliskan sejarah mereka, dan legenda tradisional mereka hanya memberikan sedikit fakta.

Pedagang budak Eropa melakukan barter dengan suku-suku pesisir selama beberapa abad. Perancis mendirikan pos angkatan laut dan pos perdagangan tetap pada tahun 1839. Di tahun 1849, Perancis menangkap sebuah kapal budak dan membebaskan penumpangnya di tempat yang kemudian menjadi ibukota Gabon, Libreville (berarti “kota bebas”). Pada tahun 1880-an, orang Fang dan suku-suku lainnya bermigrasi ke daerah ini.

Selama akhir 1880-an Perancis berkuasa di atas wilayah pesisir dan kemudian di atas suku-suku pedalaman. Penjelajah Prancis menyusuri Sungai Ogooue untuk masuk ke jantung Afrika. Gabon berada di bawah kekuasaan Perancis pada tahun 1903, dan pada tahun 1910 menjadi bagian dari Afrika Khatulistiwa Perancis. Gabon tetap menjadi koloni Perancis sampai tahun 1958, ketika menjadi republik berpemerintahan sendiri dalam Komunitas Perancis. Sejak memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1960, Gabon secara umum memelihara hubungan erat dengan Perancis. Sejak tahun 1990-an, Gabon juga telah memainkan peran aktif sebagai mediator dalam perselisihan regional.

Gabon dipimpin oleh seorang presiden, yang dipilih untuk masa jabatan tujuh tahun. Presiden menunjuk perdana menteri untuk memimpin tugas pemerintahan sehari-hari. Legislatif terdiri atas Majelis Nasional dan Senat.

Komentar Anda