Profil Lengkap Negara Mesir

Mesir adalah sebuah negara yang terletak di sudut timur laut Afrika, di mana Afrika dan Asia bertemu. Mesir menghubungkan negara-negara Islam dari Asia Barat Daya dengan orang-orang dari Afrika Utara. Negara ini berbatasan dengan Libya di sebelah barat dan Sudan di selatan. Mesir juga dibatasi oleh Laut Mediterania di utara dan Israel dan Laut Merah di timur. Dengan penduduk lebih dari 84 juta orang, Mesir adalah negara Arab paling padat di dunia. Mesir juga merupakan negara dengan populasi terbesar kedua di Afrika, setelah Nigeria.

Gambar Jalanan di Kota Kairo Mesir

Mesir memiliki wilayah pesisir yang panjang di Laut Mediterania dan Laut Merah. Hal ini membuat Mesir menjadi pusat perdagangan dan komunikasi penting untuk Asia, Afrika, dan Eropa sejak lama. Lokasinya menjadi lebih penting ketika Terusan Suez dibuka pada tahun 1869. Terusan ini mampu memotong waktu tempuh perjalanan kapal secara signifikan.

Mesir adalah negara modern di tanah kuno. Sungai Nil mengalir laksana pita yang membelah negara ini. Lembah Nil adalah tempat kelahiran salah satu peradaban paling awal di dunia. Berbagai pengingat masa lalu Mesir yang megah mewarnai lanskap negara ini. Misalnya, Piramida Besar di Giza yang merupakan salah satu keajaiban dunia kuno. Ini adalah satu dari sedikit piramida besar yang selamat.

Mesir memiliki salah satu sejarah terpanjang dari negara manapun di dunia. Wilayah ini muncul sekitar tahun 3.200 SM. Raja Menes (juga disebut Narmer) menyatukan kota-kota di utara dan selatan Mesir di bawah satu pemerintahan. Selama pemerintahannya, patung raksasa yang dikenal sebagai Sphinx dibangun. Patung setengah manusia dan setengah binatang ini telah memesona wisatawan selama berabad-abad.

Mulai sekitar tahun 1.000 SM, kekuasaan Mesir menurun dan berbagai bangsa yang berbeda menguasainya. Pada 331 SM, Alexander Agung menaklukkan Mesir. Penguasa lainnya menyusul, termasuk Romawi dan kaisar Bizantium. Dan Mesir menjadi mayoritas Kristen. Wajah negeri ini berubah pada tahun 640, ketika umat Islam dari Jazirah Arab menaklukkan Mesir. Mesir tetap bercorak Islam sejak saat itu. Inggris menguasai Mesir pada tahun 1882 dan kemudian memberikan kemerdekaan pada tahun 1922. Namun, pasukan Inggris tetap berada di wilayah Terusan Suez sampai tahun 1954.

Pada abad ke-21, Mesir memodernisasi ekonomi untuk menghadapi pertumbuhan populasi. Mesir masih bergantung pada pertanian tradisional kapas dan industri wisata. Tapi sumber daya alam seperti minyak dan gas alam semakin penting. Untuk membuat kemajuan lebih lanjut, pemerintah berupaya menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru yang lebih baik setiap tahunnya. Prioritas lain adalah mengurangi kemiskinan dan meningkatkan pendidikan, khususnya di daerah pedesaan.

Kebanyakan orang Mesir adalah keturunan dari pemukim Arab yang mengikuti penaklukan Muslim di tahun 640, serta keturunan populasi Mesir kuno pra-Islam. Mesir mencerminkan campuran dari dua tradisi. Orang Koptik Mesir, minoritas yang cukup besar, bisa ditelusuri jejaknya sejak zaman pra-Islam. Mereka adalah anggota dari salah satu gereja Kristen awal. Ada juga beberapa orang keturunan Armenia, Prancis, Yunani, dan Italia di Mesir.

Bahasa Arab adalah bahasa resmi Mesir. Arab klasik adalah bahasa tulisan. Bahasa ini digunakan untuk melakukan bisnis resmi. Bahasa Arab informal digunakan sebagai bahasa lisan sehari-hari. Kedua bentuk ini digunakan oleh media, untuk transaksi bisnis, dan di sekolah-sekolah. Bahasa Arab secara luas digunakan di televisi, yang sangat populer, dan di industri film. Bahasa ini juga digunakan dalam lagu dan sastra rakyat serta puisi populer.

Bahasa Inggris dan Perancis dituturkan oleh kalangan yang berpendidikan lebih tinggi dan oleh mereka yang bekerja di sektor pariwisata, di mana bahasa Italia dan Jerman juga lazim didengar. Bahasa Koptik dikembangkan dari bahasa Mesir kuno. Bahasa ini diucapkan di Mesir sampai tahun 1100, tetapi sekarang hanya digunakan dalam upacara-upacara Gereja Koptik. Bahasa Nubian dituturkan oleh orang Mesir yang hidup di sebelah selatan Aswan. Beja adalah bahasa para perantau yang tinggal di sepanjang perbatasan Mesir-Sudan di timur Sungai Nil. Bahasa Berber dituturkan oleh orang-orang dari Siwa, oasis Gurun Libya. Bahasa Nubian dan Beja merupakan bahasa tidak tertulis.

Kebanyakan orang Mesir adalah Islam Sunni. Kristen Koptik adalah kelompok agama terbesar kedua. Ada juga kelompok-kelompok kecil dari Katolik Roma, Ortodoks Yunani, dan Protestan. Kota Mesir penuh dengan masjid. Lima kali sehari, suara muazin memanggil umat beriman untuk sholat. Secara tradisional, ia melakukannya dari menara masjid. Tapi sekarang panggilan adzan sekarang sering diperkuat oleh sistem PA (sistem alamat publik) atau disiarkan lewat radio.

Komentar Anda