Profil Lengkap Negara Ethiopia

Ethiopia, dulu disebut Abyssinia, adalah bangsa merdeka tertua di Afrika. Ethiopia juga merupakan salah satu negara tertua di dunia; konon kaisar Ethiopia adalah keturunan dari putra Ratu Sheba dan Raja Salomo (Nabi Sulaiman). Terletak di Afrika timur, Ethiopia berada di daerah yang dikenal sebagai Tanduk Afrika.

Foto Kota di Negara Ethiopia

Kaisar terakhir Ethiopia adalah Haile Selassie I. Dia digulingkan pada tahun 1974 dalam sebuah kudeta militer yang dipimpin oleh perwira tentara komunis. Tahun berikutnya, raja berusia 83 tahun itu dibunuh atas perintah penguasa baru. Rezim ini memerintah Ethiopia dengan tangan besi sampai tahun 1991, ketika digulingkan oleh pasukan pemberontak. Sejak saat itu, para pemimpin Ethiopia harus berhadapan dengan negerinya yang hancur oleh kelaparan, perang saudara, dan hilangnya wilayah utara, Eritrea.

Penduduk

Kelompok Etnik, Bahasa, Agama

Medan Ethiopia yang sangat kasar telah mengisolasi banyak orang dan seringkali malah melestarikan cara hidup dan bahasa kuno mereka. Ada tiga kelompok utama di Ethiopia, yakni orang Oromo, Amhara, dan Tigray. Nenek moyang orang Amhara dan Tigray berasal dari Arab selatan. Mereka umumnya berkulit gelap dan berpostur ramping. Mereka mendiami bagian utara negara itu. Ada juga sejumlah orang berkulit hitam Nilotik dan nomaden Somalia. Orang Somalia hidup terutama di wilayah Ogaden di tenggara Ethiopia.

Selama berabad-abad, keluarga penguasa Ethiopia berasal dari suku Amhara. Sampai tahun 1974, bahasa Amhar adalah bahasa resmi Ethiopia. Saat ini, bahasa utama Ethiopia selain Amhar adalah bahasa Tigrinya, Gallinya, dan Arab. Bahasa Amhar berasal dari bahasa Semit kuno yang disebut Ge’ez dan digunakan dalam peribadatan Gereja Ortodoks Ethiopia.

Sekitar 45 persen dari penduduk Ethiopia adalah orang Kristen, dan sekitar 45 persennya Muslim. Sebagian besar sisanya mengikuti keyakinan agama tradisional Afrika kuno. Ada segelintir orang Yahudi Ethiopia (kadang-kadang disebut Falasha) di negara itu sampai tahun 1991, ketika 17.000 orang terakhir diungsikan ke Israel.

Cara Hidup

Kebanyakan orang Ethiopia tinggal di wilayah pedesaan dan mencari nafkah sebagai petani atau penggembala ternak. Rumah khas desa terbuat dari lumpur, dengan atap jerami dan lantai tanah. Beberapa rumah terbuat dari batu, atau plester di atas kayu, dengan atap seng.

Hidup terasa sangat sulit bagi sebagian besar orang di Ethiopia. Untuk bercocok tanam di sepetak kecil tanah saja, mereka harus bekerja keras dari pagi sampai petang, tujuh hari dalam seminggu. Hanya sedikit orang yang mampu membeli lembu atau hewan pembantu petani lain. Jadi mereka harus menarik bajak sendiri, biasanya dibantu oleh anak-anak. Di rumah, para wanita memberi makan keluarga mereka, merawat anak-anak kecil, menyediakan semua kebutuhan rumah tangga, dan menunggu suami dan anak laki-lakinya.

Makanan dan Pakaian

Makanan pokok orang Ethiopia adalah injera, roti seperti pancake besar, yang biasanya dimakan dengan ayam atau kambing rebus serta saus yang sangat pedas. Talla, bir yang terbuat dari barley, dan tejj, anggur yang terbuat dari fermentasi madu, disajikan bersama makanan.

Pakaian tradisional Ethiopia adalah shamma, selendang putih besar, kadang-kadang dihiasi dengan bordir dan dikenakan menutupi bahu dan lengan. Di bawah shamma, pria dapat mengenakan celana pendek atau celana panjang putih ketat dan kemeja putih, sementara wanita biasanya memakai gaun putih longgar panjang. Di kota-kota, laki-laki sering memakai pakaian bergaya Eropa. Tapi kebanyakan wanita lebih suka mengenakan shamma.

Lanskap

Ethiopia memiliki pemandangan yang bervariasi, yang naik dari bawah permukaan laut hingga mencapai ketinggian lebih dari 4.600 meter. Sekitar dua pertiga dari tanahnya terdiri atas dataran tinggi yang diselingi lembah dan pegunungan bersisi curam. Great Rift Valley, lahan cekung dalam yang membentang melalui Afrika timur, membagi Ethiopia menjadi dua bagian. Rawa dan hutan di barat daya kontras dengan padang pasir di utara dan tenggara.

Danau Tana di barat laut Ethiopia adalah danau terbesar di negara ini. Jaringan danau kecil membentang dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia, ke negara tetangga, Kenya, di barat daya. Sungai Nil Biru, yang dikenal di Ethiopia sebagai Abbai, bermula dari dataran tinggi barat laut dan mengalir ke Danau Tana. Sungai ini menciptakan Air Terjun Nil Biru, salah satu pemandangan paling megah di negara ini. Air terjun ini disebut juga Tisisat, atau “asap api,” karena kabut yang ditimbulkannya menyerupai asap.

Iklim dan Sumber Daya Alam

Iklim Ethiopia bervariasi menurut elevasinya. Dataran rendah sangat panas, dengan suhu sekitar 50 °C sering terjadi di sepanjang pantai Laut Merah. Namun, dataran tinggi tengah memiliki iklim moderat. Kebanyakan hujan turun antara bulan Juni dan September. Tapi hujan tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 1992-1993, Ethiopia menderita kekeringan terburuk sepanjang abad ini.

Beberapa sumber daya mineral telah ditemukan dalam berbagai jumlah, meskipun Ethiopia diyakini memiliki simpanan mineral yang belum dimanfaatkan. Ada cadangan kecil platinum dan kalium (digunakan dalam pembuatan pupuk). Beberapa emas juga ditambang di sini. Hutan, yang pernah menutupi lebih dari seperempat wilayah Ethiopia, telah jauh berkurang. Hilangnya kawasan hutan, bersama dengan praktek penebangan pohon untuk bahan bakar, telah menyebabkan erosi tanah yang luas.

Ekonomi

Pertanian

Pertanian telah lama menjadi dasar ekonomi Ethiopia. Tanaman komersial yang paling penting adalah kopi, yang menyumbang 60 persen dari pendapatan ekspor. Kata “coffee,” pada kenyataannya, diduga berasal dari Kaffa, wilayah di barat daya Ethiopia di mana sebagian besar kopi nasional diproduksi. (baca Mitos Asal Usul Kopi di Ehiopia). Tanaman pangan utama meliputi teff, barley, jagung, sorgum, kacang polong, kacang-kacangan, lentil, dan minyak biji. Teff adalah biji-bijian sereal yang menjadi bahan pembuatan injera. Tebu dan buah-buahan tropis tumbuh di dataran rendah.

Tahun kekeringan dan perang saudara berperan besar dalam menghancurkan sebagian besar pertanian di negara itu, termasuk ternak sapi yang besar, dahulu terbesar di Afrika. Kelaparan menjadi penyebab kematian jutaan warga Ethiopia. Jutaan orang lainnya mengungsi ke kamp-kamp pengungsian, di mana organisasi internasional menyediakan makanan darurat dan bantuan medis.

Industri dan Transportasi

Pengolahan produk pertanian adalah industri utama Ethiopia. Industri pengolahan hasil ternak meliputi daging kalengan, kulit, dan alas kaki dari kulit. Produk industri lainnya antara lain tekstil, semen, pulp kayu, dan barang pecah belah.

Kebanyakan orang tinggal jauh dari jalanan dan biasanya melakukan perjalanan dengan berjalan kaki. Di daerah pedesaan, keledai merupakan sarana transportasi penting. Ethiopia memiliki dua jalur rel kereta api utama. Ethiopian Airlines terbang ke negara-negara tetangga serta ke Eropa dan Asia.

Kota-kota Penting

Addis Ababa (berarti “bunga baru”) adalah ibukota, pusat komersial, dan kota terbesar Ethiopia. Kota ini memiliki populasi mencapai lebih dari 3 juta orang. Didirikan pada tahun 1887, Addis Ababa adalah kota paling modern di negara ini. Namun, Addis Ababa dibangun secara serampangan dan merupakan campuran dari bangunan modern dan struktur kayu kecil. Pengungsi dari daerah pedesaan menyebabkan membengkaknya penduduk Addis Ababa.

Salah satu bangunan yang paling mengesankan di kota ini adalah Afrika Hall, yang merupakan tempat Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika. Kota ini juga menjadi tempat konferensi dan pertemuan Organisasi Persatuan Afrika, yang didirikan di Addis Ababa. Tempat-tempat lain yang menarik antara lain Jubilee Palace, dulu merupakan kediaman kaisar Ethiopia; Katedral St. George; Masjid Agung; dan Addis Ababa University.

Aksum adalah sebuah kota kecil di bagian utara Ethiopia yang sejarahnya bisa ditelusuri kembali hingga lebih dari dua ribu tahun silam. Legenda mengatakan bahwa Ratu Sheba tinggal di sini dan anaknya, Menelik, juga lahir di sini. Gondar adalah ibukota Ethiopia dari tahun 1600-an sampai tahun 1800-an.

Bentuk Pemerintahan

Sampai tahun 1974, Ethiopia adalah sebuah monarki konstitusional. Meski demikian, kekuatan politik yang nyata ada di tangan kaisar, yang memerintah dengan otoritas hampir mutlak. Setelah revolusi yang menggulingkan monarki, konstitusi baru yang diadopsi pada tahun 1987, secara resmi mendirikan bentuk pemerintahan Komunis dengan partai politik tunggal, yakni Partai Buruh Ethiopia. Pemerintah Komunis itu sendiri digulingkan pada tahun 1991.

Sebuah pemerintahan transisi (sementara) dibentuk oleh Front Demokratik Revolusioner Rakyat Ethiopia (EPRDF), sebuah aliansi dari banyak kelompok politik tetapi didominasi oleh Front Pembebasan Rakyat Tigre (TPLF). Pemerintah transisi terdiri atas Dewan Perwakilan Rakyat, yang 87 anggotanya mewakili banyak kelompok etnis dan politik yang berbeda. Dewan itu memilih presiden, yang pada gilirannya menunjuk perdana menteri.

Pada tahun 1994, pemilu diadakan untuk memilih majelis konstituante, dan EPRDF memenangkan sebagian besar kursi. Tapi tidak semua partai oposisi berpartisipasi. Majelis menyetujui konstitusi baru, yang dibuat untuk jenis pemerintahan federal dan membagi Ethiopia menjadi sembilan negara bagian. Di bawah konstitusi itu, negara bagian memiliki pemerintahan sendiri dan hak untuk memisahkan diri dari Ethiopia, jika mereka ingin. Pemilihan pertama untuk memilih dewan legislatif baru, Majelis Nasional, diadakan pada tahun 1995.

One thought on “Profil Lengkap Negara Ethiopia

Komentar Anda