Profil dan Sejarah Papua Nugini

Papua Nugini (Papua New Guinea) adalah negara yang terletak di barat daya Samudra Pasifik di utara Australia. Negara ini meliputi bagian timur pulau New Guinea yang sangat besar dan pulau-pulau yang lebih kecil. Bagian barat, yang disebut Papua Barat atau Papua (dulu Irian Jaya), adalah milik Indonesia.

Gambar negara Papua Nugini

Papua Nugini juga meliputi Kepulauan Bismarck, Kepulauan Trobriand, Kepulauan D’Entrecasteaux, dan Kepulauan Louisiade. Kepulauan Buka dan Bougainville di utara membentuk daerah otonom Papua Nugini. Negara ini sebelumnya dikelola oleh Australia dan menjadi independen pada tahun 1975.

Penduduk

Populasi Papua Nugini yang lebih dari 7 juta orang adalah salah satu kelompok penduduk paling beragam di dunia, dengan berbagai bahasa digunakan bersama-sama. Orang Papua Nugini yang tinggal di wilayah Pasifik secara budaya diidentifikasi sebagai orang Melanesia. Sebagian besar orang tinggal di desa-desa, tetapi mereka yang pindah ke kota-kota semakin meningkat. Desa-desa seringkali kecil dan terkadang terisolasi oleh pegunungan. Sebagian besar penduduk desa adalah petani yang menanam makanan untuk diri mereka sendiri dan keluarganya.

Hubungan antar suku dan keluarga penting dalam kehidupan sehari-hari. Keluarga tetap tinggal bersama. Satu rumah bisa dihuni beberapa saudara, para istri, anak, dan cucu mereka. Rumah khas desa dibangun di atas panggung untuk melindunginya dari banjir di musim hujan. Rumah itu biasanya memiliki sedikit dekorasi. Tapi bangunan seremonial menampilkan lukisan dan patung keagamaan yang rumit.

Protestan dari berbagai sekte membentuk kelompok agama tunggal terbesar di Papua Nugini, diikuti oleh Katolik Roma. Kebanyakan orang Kristen menggabungkan agama mereka dengan kepercayaan dan ritual tradisional. Di seluruh negeri, praktek agama tradisional, seperti penyembahan leluhur dan roh, umum ditemukan. Orang-orang percaya bahwa nenek moyang dan roh bumi mengawasi mereka.

Papua Nugini tidak memiliki bahasa tunggal yang sama. Namun, bahasa Melanesia Pidgin atau Tok Pisin, campuran bahasa Inggris dengan beberapa kata dari bahasa lain, digunakan secara luas. Ada sekitar 820 bahasa yang digunakan di Papua Nugini, beberapa diucapkan oleh ribuan orang, lainnya hanya ditutukan oleh masyarakat satu desa. Bahasa Inggris dituturkan oleh orang-orang berpendidikan dan digunakan dalam perdagangan dan pemerintahan.

Geografi

Papua Nugini sebagian besar terdiri atas pegunungan, dataran rendah pesisir, dan kaki bukit yang bergulir. Ada juga rawa besar, sungai deras, dan hutan luas. Tanah ini kaya akan sumber daya mineral seperti minyak, gas alam, emas, perak dan tembaga. Gunung di Owen Stanley Range di sebelah tenggara mencapai ketinggian hingga lebih dari 3.900 meter. Titik tertinggi Papua Nugini adalah Gunung Wilhelm (4.500 meter). Salju sering muncul di atas puncak tertinggi Papua Nugini ini.

Sungai utama di Papua Nugini adalah sungai Fly, Kikori, dan Purari di selatan dan sungai Sepik di utara. Banyak pulau-pulau kecil juga berpegunungan, beberapa puncaknya adalah gunung berapi aktif. Iklim negara ini adalah tropis, meskipun suhunya bervariasi tergantung elevasi. Curah hujan berlimpah. Negara ini sering dan dilanda gempa bumi, tanah longsor, dan tsunami yang terkadang parah.

Ekonomi

Papua Nugini kaya akan sumber daya alam, tetapi banyak orang yang menganggur. Penghasilan mereka lebih rendah dari apa yang mereka butuhkan untuk mencapai standar gizi, tempat tinggal, kesehatan, dan kebutuhan lainnya yang memadai. Masalah ini paling banyak ditemukan di dalam dan di sekitar pusat-pusat perkotaan. Penyebaran HIV/AIDS juga menjadi tantangan tersendiri bagi Papua Nugini.

Kebanyakan orang Papua Niugini mencari nafkah di bidang pertanian. Tanaman utama meliputi kopi, kakao, kopra, biji sawit, dan teh. Perikanan adalah kegiatan ekonomi penting di daerah pesisir. Industri pertambangan Papua Nugini mengekspor emas, perak, dan tembaga. Industri lainnya melibatkan pengolahan kopra, pengolahan kelapa sawit, serta produksi kayu dan pengolahan kayu. Industri konstruksi dan pariwisata juga tumbuh baik. Port Moresby adalah ibukota dan kota terbesar Papua Nugini, sedangkan Lae adalah kota terbesar kedua.

Sejarah dan Pemerintahan

Pada akhir 1800-an, Jerman mendirikan pemukiman perdagangan di pantai timur laut New Guinea. Inggris kemudian mendirikan protektorat di bagian tenggara. Pada tahun 1906, Australia mengambil alih British New Guinea dan memerintahnya sebagai Territory of Papua. Pada awal Perang Dunia I (1914-1918), tentara Australia menduduki wilayah Jerman yang ada di timur laut. Australia kemudian menjadikanmya sebagai Territory of New Guinea di bawah mandat Liga Bangsa-Bangsa.

Selama Perang Dunia II (1939-1945) sebagian besar wilayah Papua Nugini diduduki oleh Jepang. Papua Nugini adalah situs dari beberapa pertempuran paling sengit dalam Perang Pasifik. Setelah perang, Territory of New Guinea menjadi amanah PBB dan kembali dikelola oleh Australia. Pada tahun 1973, Papua Nugini mendapat pemerintahan sendiri dan pada tanggal 16 September 1975, negara ini mendapat status kemerdekaan secara penuh.

Papua Nugini adalah sebuah monarki konstitusional dengan demokrasi parlementer yang mengakui Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara. Dia diwakili oleh seorang Gubernur Jenderal yang dicalonkan oleh parlemen dan ditunjuk oleh kepala negara. Gubernur Jenderal bertugas dengan masa jabatan 6 tahun. Parlemen Nasional memiliki 109 anggota. Setelah pemilu legislatif, pemimpin partai mayoritas atau koalisi biasanya ditunjuk menjadi perdana menteri oleh Gubernur Jenderal.

Komentar Anda