Kehidupan Masyarakat Awal di Benua Afrika

Orang-orang sering hidup berpindah-pindah di Afrika. Hanya daerah-daerah tertentu yang subur, dan pencarian lahan produktif membuat seluruh masyarakat, atau kadang-kadang anggota masyarakat yang pemberani, berusaha mencari peluang penghidupan baru di tempat lain.

Gambar Permainan Orang Afrika

Kebanyakan orang Afrika menjadi petani, menanam tanaman untuk memberi makan keluarga mereka. Selama berabad-abad, orang Afrika telah bekerja sebagai masyarakat untuk melakukan banyak tugas sosial, seperti membuat jalan dan membangun jembatan. Mereka bekerja sama dengan tetangga atau anggota keluarga mereka untuk membangun rumah, memanen tanaman, menggembalakan ternak, dan menyelesaikan tugas-tugas lainnya. Secara historis dan keseluruhan, masyarakat Afrika berpartisipasi dalam hiburan, bermusik atau menari, dan melakukan ritual keagamaan. Bahkan sampai saat ini, hal itu masih dilakukan di banyak daerah.

Setiap komunitas memiliki bentuk pengambilan keputusan sendiri-sendiri, yang berpusat pada kepala suku, pada kelompok penatua atau semacam dewan, atau pada metode khusus untuk mencapai kesepakatan umum di antara semua anggota. Bahkan seorang kepala suku kekuasaannya hampir selalu terbatas. Partisipasi dari semua pria dewasa dalam pengambilan keputusan adalah tradisi Afrika yang luas.

Setiap masyarakat mengembangkan kebiasaan mereka sendiri sesuai dengan kebutuhan anggotanya, contohnya kebutuhan akan perlindungan terhadap serangan atau untuk pemasaran produk khusus mereka. Ketika kohesi masyarakat membutuhkan penguatan, kekuatan lebih banyak terkonsentrasi di pusat. Jika kehidupan damai dan tidak terganggu, orang bisa membuat keputusan yang lebih dalam unit keluarga yang lebih kecil.

Di Afrika, seperti di tempat lain, masyarakat bergabung satu sama lain, terfragmentasi dan melebur, kemudian berpindah-pindah untuk membentuk kelompok baru. Proses ini membawa kebiasaan baru. Pemerintah, hukum, bahasa, agama, dan hubungan keluarga semua terus terpengaruh dengan cara ini.

Masyarakat Afrika selalu dipengaruhi oleh karakter wilayah di mana mereka berada. Sulit untuk menarik batas yang pasti di antara berbagai daerah di Afrika. Negara-negara pesisir utara selalu memiliki kontak dengan tanah Mediterania. Orang-orang dari negara-negara tersebut sebagian besar Muslim dan Arab. Penduduk pantai timur benua Afrika berdagang selama berabad-abad dengan Saudi, India, dan Hindia. Pantai barat Afrika memiliki hubungan langsung yang panjang dengan Eropa, dan merupakan tempat sebagian besar perdagangan budak. Bagian selatan dijajah oleh orang Eropa dari abad ke-17 dan seterusnya. Semua faktor yang berbeda pasti mempengaruhi cara negara atau masyarakat yang berbeda berkembang.

Masa pemerintahan kolonial Eropa di Afrika hanyalah sebuah fragmen kecil dari sejarah dan pengalaman benua ini. Hingga kuartal terakhir abad ke-19, hampir semua bangsa di Afrika telah merdeka. Di sebagian besar benua itu, masyarakat Afrika membuat undang-undang mereka sendiri sesuai dengan adat dan tradisinya. Dengan beberapa pengecualian, orang Eropa biasanya membuat permukiman di pesisir, di mana barang-barang (terutama budak) dibawa kepada mereka dari wilayah pedalaman. Namun, menjelang akhir abad ke-19, negara-negara Eropa pada dasarnya telah menciptakan sebuah benua koloni.

Di paruh kedua abad ke-20, terutama di tahun 1960-an, hampir semua koloni ini merdeka. Setelah independen, Afrika fokus untuk menciptakan negara-negara baru dengan menggabungkan hal-hal terbaik dari tradisi tua Afrika dan dunia modern. Salah satu tugas utama mereka adalah untuk menciptakan rasa kebangsaan di antara penduduk Afrika yang secara etnis maupun budaya beragam. Batas-batas yang dibuat oleh bekas kekuatan kolonial dianggap sakral, meskipun seringkali melintasi batas-batas kesukuan.

0 thoughts on “Kehidupan Masyarakat Awal di Benua Afrika

  • 08/12/2014 at 12:22 am
    Permalink

    Afrika sekarang lagi di isolasi, banyak ebola disana

    Reply

Komentar Anda